![]() |
| Seleksi Atlit Catur |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Seleksi atlit yang dilakukan oleh Pengurus Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Maluku, untuk mengikuti kejuaraan Pra PON dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan mekanisme yang seharusnya.
Pasalnya, sejumlah atlit yang terpilih saat ini bukan merupakan hasil seleksi tetapi berdasarkan kemauan dari oknum mengatas namakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Maluku.
“Seharusnya untuk memilih atlit yang nantinya akan diikutsertakan dalam berbagai event nasional layaknya melewati pentahapan seleksi.Ataupun indicator lain seperti atlit yang pernah menjuarai event resmi berskala daerah yang pernah diselenggarakan,” tegas Ketua Amboina Chess Club (ACC) Kota Ambon, Rachman Arief di Ambon, kemarin.
Baginya,kalaupun Percasi Maluku tidak melakukan proses seleksi untuk merekrut atlit catur, ada cara lain yang lebih professional untuk diambil. Ambil misal, atlit yang berhasil keluar sebagai juara pada kejuaraan POPMAL atau juga kejuaraan ACC CUP I yang kemarin barusaja dilaksanakan.
Menurut Rachman Arief, sangat tidak layak dan tidak professional apabila nantinya atlit yang mewakili Maluku untuk keikutsertaan dalam Pra PON nanti bukan hanyalah atlit-atlit anak emas pilihan oknum pengurus Percasi bukan atlit hasil seleksi.
Padahal, sambung dia, untuk cabang olahraga Catur Maluku cukup dikenal ditingkat nasional dengan sejumlah nama atlit yang pernah membawa harum nama daerah ini.Contohnya, tambah Rachman Arief, Master Nasional (MN) David Hukom ataupun dirinya.
Untuk itu, dirinya mengharapkan agar KONI dalam hal ini diwakili oleh Percasi Maluku agar benar-benar selektif dan professional dalam menyeleksi atlit-atlit catur Maluku, bukan sebaliknya memilih beredasarkan kemauan mereka sendiri.
Padahal masih banyak atlit-atlit catur di daerah yang memiliki potensi cukup memumpuni jika dibina dengan baik.
“Kalau kondisi ini dibiarkan berlarut maka saya sangat yakin, perkembangan olahraga catur di Maluku tidak akan mengalami perkembangan tetapi semakin terpuruk, karena yang dipilih orang-orang itu saja,” tegas dia.
Potensi olahraga catur di Maluku sebenarnya memiliki potensi dan kecintaan yang luas tersebar diseluruh daerah kabupaten/kota.
Jika hal ini dapat dilihat dengan jeli dirinya sangat optimis perkembangan catur di Maluku akan mengalami perubahan yang positif dan hal ini harus mendapat perhatian serius baik dari KONI Maluku maupun Percasi Maluku sendiri.(BN-05)






