Kejar Rekor MURI, Senyum Warga Kota Diabaikan

rekor%2BM
Logo Dan Simbol Museum Rekor Indonesia (MURI)

Ambon, Bedah Nusantara.com: Semarak dan suksesnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon yang ke-440 meninggalkan berbagai pertanyaan dan tanggapan dikalangan warga kota.

Bagaimana tidak, beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan perayaan HUT tersebut terkesan hanya dilakukan sebagai bentuk pencitraan dan bukan demi memberikan rasa bahagia kepada warga Kota Ambon.

Makan patita (Makan Bersama) seluruh warga kota misalnya, meski berhasil menciptakan prestasi pada Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kegitan makan patita tersebut yang seyogyanya akan dilakukan sebagai bentuk rasa kebersamaan dengan warga kota serta sebagai bentuk ungkapan syukur atas bertambahnya setahun usia kota ini, mesti berakhir dengan kekecewaan dan kritikan berbagai kalangan atas apa yang terjadi saat acara tersebut berlangsung.

Sikap ketidak siapan panitia pelaksana yang berujung habisnya makanan sebelum acara tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Ambon, ditambah dengan tindakan para pegawai yang membungkus makanan untuk dibawa pulang kerumah dengan menggunakan rantangan dan kantung pelastik semakin menampah pencitraan buruk bagi kegiatan yang semestinya merupakan tradisi turun temurun ini.

Berbagai kalangan mulai mengangakat suara menanggapi pristiwa ini, baik dari kalangan akademisi,aktifis,dan warga Kota dengan berbagai profesi turut memberikan tanggapannya.

Sejumlah mahasiswa dan aktifis yang berhasil dimintai pendapatnnya mengungkapakan, apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon semata-mata hanya untuk menciptakan pencitraan semata.

” kami menilai hasil rekor Muri yang didapatkan itulah yang menjadi tujuan utama dari kegiatan tersebut, sebab jika pemerintah Kota Ambon benar-benar serius membuat acara dan kegiatan demi kebahagiaan dan ungkapan syukur, tentunya hal seperti yang kemarin tidak mungkin akan terjadi”, ujar para aktivis kepada media ini.

Disisi lain, warga kota yang berprofesi sebagai pengojek dan tukang becak ikut memberikan tanggapannya, mereka menilai apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon hanya demi memenuhi acara perayaan, dan belum mampu berdampak kepada masyarakat kecil seperti mereka.

” katong saja kemarin pikir katong bisa turut rasa akang ulang tahun kota, biar cuma dengan kasbi ka kaladi sapotong, mar kenyataan lain, jangankan rasa pas mau pi makan saja makanan su abis, sedangkan ibu-ibu pegawai dong sibuk babungkus par bawa pulang”. terang sejumlah pengojek

Olehnya banyak pihak menilai, apa yang dilakukan pemerintah Kota Ambon kemarin semata-mata demi mencapai sebuah rekor Muri, dan bukan demi memberikan rasa kebahagiaan dan menciptakan senyum pada wajah warga Kota Ambon. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan