Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, bahwa daya juang dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama bagi generasi muda, dalam menjawab berbagai tantangan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital saat ini.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Spotlight 1.0, yang diselenggarakan oleh Light Up Academy, yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (25/4/2026).
Dalam paparannya, Wali Kota membagikan kisah perjalanan hidupnya, mulai dari tumbuh dan berkembang dalam kondisi sederhana hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan, untuk memimpin Kota Ambon.
Ia menegaskan, bahwa segala bentuk keterbatasan yang dihadapi tidak boleh dijadikan alasan, untuk berhenti bermimpi dan berusaha.
“Saya tumbuh dalam lingkungan yang sederhana, dan penuh berbagai keterbatasan. Namun kondisi tersebut justru menjadi pendorong semangat dan motivasi, bukan penghalang. Itu yang membuat saya terus berusaha belajar, dan bekerja keras untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun mental yang tangguh, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, atau kesulitan dalam meraih tujuan.
“Jangan pernah takut untuk jatuh atau melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah, bagaimana kita mampu bangkit kembali, mengambil pelajaran berharga dari setiap pengalaman, dan terus mengembangkan ide-ide kreatif yang kita miliki,” tegasnya.
Menurutnya, posisi dan peran generasi muda sangat strategis, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin, dan agen perubahan di masa mendatang.
“Kalian adalah calon pemimpin masa depan, yang akan menentukan arah kemajuan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik-baiknya, tidak hanya dengan menambah pengetahuan dan wawasan, tetapi juga membangun karakter yang baik, menjunjung tinggi integritas, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap segala perubahan,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Founder Light Up Academy, Audra Pattiasina menjelaskan, bahwa kegiatan Spotlight 1.0 dirancang sebagai wadah pembelajaran yang menyeluruh, dan terstruktur bagi anak muda.
“Kami berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis atau hard skill, tetapi juga membentuk keterampilan non teknis seperti jiwa kepemimpinan, daya kreativitas, dan kemampuan beradaptasi, yang semuanya sangat dibutuhkan di dunia saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini disusun dengan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu pembentukan jiwa kepemimpinan, pengembangan semangat kewirausahaan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ketiga aspek tersebut dianggap sebagai bekal krusial, agar generasi muda mampu bersaing dan berkontribusi di masa depan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Kota Ambon semakin siap menghadapi berbagai dinamika dan perubahan zaman, serta tumbuh menjadi individu yang inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tandas Pattiasina. (BN GRACE)





