Satgas GALADIKA: Kami Terbuka Bagi Semua Pihak Dan Kami Siap Membantu Pemerintah

Ambon, Bedahnusantara.com: Setelah kami melakukan identifikasi terhadap masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya, maka terdapat kurang lebih sekitar lima ribu orang, pada data sementara yang kami ferifikasi. Bersamaan dengan persoalan yang lagi mengemuka soal simpang siurnya informasi di media masa dan media sosial bertalian dengan proses penyaluran bantuan sosial dan yang lainnya, yang dilakukan pada tingkatan RT dan RW yang kemudian mendapat beragam tanggapan masyarakat. 

galadika%2B2
Satgas GALADIKA: Kami Terbuka Bagi Semua Pihak Dan Kami Siap Membantu Pemerintah



Bagi kami marilah kita jangan saling menyalahkan, bahkan jangan juga kita menyalahkan ketua-ketua RT atau siapapun. sebab, dalam kondisi seperti ini tentunya, akan tetapi marilah kita bersama-sama saling membantu menghadapi Covid-19 ini.

Demikian diungkapkan oleh Jhon Labobar Sektretaris LSM Partisipasi Rakyat Desa (PARADE) Provinsi Maluku yang juga ketua Satgas GALADIKA, kepada Media ini di Ambon.

Dikatakannya, dalam keterbatasan kami tersebut kami telah melakukan kegiatan berbagi kasih bersama kurang lebih seribu (1000) orang di Kota Ambon, yang mana mereka-mereka ini adalah orang-orang yang telah telah teridentifikasi dan terkonfirmasi pada data kami sebagai pihak yang benar-benar membutuhkan.

” kami telah melaksanakan kegiatan berbagi kasih dengan kurang lebih seribu (1000) orang, yang terdiri dari ibu janda, anak yatim, teman-teman mahasiswa dan para pekerja informal lainnya (tukang ojek, tukang becak, penyapu jalan, dan lainnya) yang telah terkonfirmasi pada data yang kami punya. sebab kami memiliki data yang dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan hasil riset,investigasi dan survey dengan model By name by Addres,” Ungkapnya.

Kami memang menemukan juga, terangnya, bahwa aksi sosial tersebut telah juga dilakukan oleh pihak lainnya seperti; Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, ada juga senior-senior kami, kakak-kakak kami, bahkan dari komunitas partai politik, dan komunitas tertentu juga telah melakukan aksi serupa. 

” Tentunya kami sangat mendukung tindakan-tindakan yang seperti demikian, dan memang sudah semestinya demikian. bahwa kita bersama-sama mendukung dan menolong sesama kita. sebab seperti yang  kita ketahui bahwa, Virus Corona ini telah melanda dunia, dan menyerang semua orang tanpa pandang bulu yang mengakibatkan kesusahan kepada semua pihak, baik itu orang miskin, orang kaya, pejabat, anak yatim piatu,janda,apapun latar belakangnya tetap mengalami dampak Corona ini,” Jelasnya.

Akan tetapi kita tentunya memiliki kesusahan yang berbeda-beda, lanjutnya, karena itu situasi kesusaha anak yatim, teman-teman mahasiswa kami di kost, akan sangat berbeda dengan orang yang berkecukupan atau berada dalam posisi yang baik dalam hal ekonomi. 

” Kemarin kami memang telah melakukan kegiatan berbagi kasih bersama kurang lebih seribu (1000) orang, akan tetapi kami masih memiliki kegelisahan yang sangat, yang diakibatkan dari masih banyaknya orang-orang belum dapat kami berbagi dalam data yang kami miliki. Olehnya kami kemudian berdiskudi dan kami kemudian mendapatkan sebuah kesepakatan bersama bahwa, memang kalau kemarin kami belum secara resmi membuka posko untuk mengakomodir semua donasi, maka untuk kali ini kami telah secara resmi membuka posko untuk donasi. Dan bagi kami apapun kondisinya dan pendapat orang nanti, kami tetap bersepakat untuk membuka diri dan membuka posko untuk mengajak semua orang siapapun dia tanpa memandang latar belakangnya, akan kami ajak untuk bekerja sama dalam hal kami menjadi penghubung atas semua bantuan yang mereka ingin salurkan secara tepat dan akurat berdasarkan data yang telah kami miliki,” Paparnya.

Jadi semua bentuk bantuan yang diberikan akan dapat kami pertanggung jawabkan semua proses penyalurannya, sebab data kami memakai sistem by name by address. semua itu kami lakukan dalam semangat untuk menjalankan misi kami, yakni “jangan ada yang lapar diantara kita”, walaupun harus kami akui bahwa, semua itu terlaksana dalam segala keterbatasan kami dan ditambahkan kegelisahan kami atas belum fakta bahwa masih banyak juga orang-orang yang belum dapat kami berbagi.

” kami menjai gelisah karena kami terbatas, dalam keterbatasan yang ada itulah, kami kemudian berharap adanya partisipasi dari basudara yang tergerak hatinya untuk membantu. sehingga kami kemudian membuka posko pada rumah gerakan yang beramat di jalan lorong maranatha nomor 24, guna menampung dan menyalurkan semua bantuan dari pada pihak yang ingin dan tergerak hati untuk berbagi, baik itu dalam bentuk barang maupun tunai (uang), yang dapat disalurkan lewat nomor Rekening yang telah kami sampaikan pada poster himbaun kami. Atau bahkan, jika ada yang ingin membantu dalam bentuk barang (paket sembako), maka dapat langsung diantarkan ke posko kami, dengan menghubungi kontak-kontak person kami yang ada” Imbuhnya.

Bahkan, kata Sekretaris LSM Partisipasi Rakyat Desa (PARADE) Provinsi Maluku ini, bahwa jika ada pihak atau perusahan yang ingin melakukan proses penyaluran mendampingi kami, lewat utusan-utusanya, hal itu kami tidak keberatan dan kami sungguh sangat bersedia, kami tidak keberatan dilakukan pengawasan melekat pada kami atas proses penyaluran bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

” jika ada pihak yang mau mendampingi kami dalam proses men to men,home to home, door to door, itu juga kami tidak berkebertan. bahkan itu akan jauh lebih bagus jika ada yang seperti demikian, untuk membantu mengawasi dan mengefaluasi hasil kerja kami dilapangan yang dilaksanakan dalam semangat keterbukaan dan transparansi. dan hal itu dalam bentuk barang yang disalurkan, akan tetapi jika bantuannya berbrntuk Tuai (Uang), maka silahkan ditransfer pada nomor rekaning yang telah kami sediakan pada team Satgas GALADIKA, juga dapat menghubungi kontak person yang kami siapkan, bahkan untuk bantuan tunai ini, jika diinginkan oleh pihak penyumbang agar dipublikasi bantuannya maka akan kami lakukan, jika mareka berkeinginan seperti demikian,” Terangnya.

Kami juga berharap agar masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya untuk dapat mematuhi dan menjalankan anjuran pemerintah, baik itu stay at home, kerja dari rumah, pakai masker bila beraktifitas, juga jaga kebersihan dan kesehatan. bahkan kami ingin menyampaikan bahwa, apapun yang dilakukan oleh pemerintah lewat semua kebijakannya, sesungguhnya hal itu telah melalui proses kajian dan analisa untuk kebaikan kita bersama.     

” kami memang perlu juga menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintah, baik Kota maupun Provinsi Maluku bahwa, berdasarkan hasil identifikasi dan temuan kami dilapangan teryata, semua masyarakat tidak keberatan dengan program yang dijalankan oleh pemerintah, baik itu Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR), atau bahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). asal pemerintah juga berkewajiban memastikan dan menjamin serta membantu masyarakat dalam hal ketersedian kebutuhan pokok bagi masyarakat dan juga pemerintah mesti tegas dan benar-benar menjalankan program pembatasan orang dari luar Maluku dan Kota Ambon,” Tegasnya. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan