![]() |
| Lestarikan Budaya Totobuang |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Sanggar seni Totobuang Haur Kusu-Kusu Sereh (Kuser) terus berupaya untuk melestarikan budaya melalui tifa totobuang.
Tifa merupakan alat musik pukul yang terbuat dari kayu dan kulit hewan serta totobuang alat musik pukul sejenis gong namun, berukuran kecil dan tersusun dengan beberapa nada yang berbeda-beda.
Pembina sanggar seni totobuang Haur Kuser Yakobus Salakay mengatakan, pihaknya mulai mengembangkan alat musik tifa totobuang sejak tahun 2017 bersama dengan anak dan cucu yang
ada.
“Saya memberdayakan anak dan cucu untuk mengembangkan alat musik tifa dan totobuang di Dusun Kuser, Negeri Urimessing,” akuinya.
Dia mengakui, sanggar seni telah banyak mengembangkan tifa dan totobuang, meskipun demikian pihaknya terus berupaya melestarikan nilai budaya kepada anak cucu agar, tidak hilang ditelan masa.
“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan, budaya tifa dan totobuang nyaris hilang, karena itu pihaknya terus mengembangkan agar, dikenal anak-anak cucu generasi muda,” terangnya.
Dia menjelaskan, tifa dan totobuang adalah dua alat musik yang berbeda, namun bila keduanya digabungkan akan menghasilkan sebuah perpaduan manis dan enak didengar.
“Biasanya keduanya memang selalu dimainkan dalam satu harmonisasi bersama, itu sebabnya kolaborasi ini dinamakan Tifa Totobuang,”ungkapnya.
Dia menambahkan, tifa totobuang banyak dimainkan dalam acara-acara tertentu, dimana saat ini sering dikolaborasikan dengan sawat.
“Kolaborasi antara tifa totobuang dan sawat menjadi sebuah simbol perdamaian dan harmonisasi di dalam masyarakat,” tandasnya. (BN-O2)
