Bodewin: Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Ambon Merdeka dari Sampah

d41c27fc 225b 4403 800f 91164691780e

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat komitmennya mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan nyaman melalui kerja kolaboratif bersama berbagai pihak. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam peluncuran dan peresmian TPS EcoLife “Merdeka dari Sampah” hasil kolaborasi Pemerintah Kota Ambon, PNM, Jasa Raharja, dan Bank Sampah Induk Lestari yang berlangsung di Taman Pattimura, Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena mengatakan, persoalan sampah menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor, karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

Di hadapan para undangan, Bodewin mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur karena seluruh pihak masih diberikan kesehatan dan perlindungan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang yang belakangan melanda Kota Ambon.

Menurutnya, gerakan pengelolaan sampah yang saat ini digaungkan Pemerintah Kota Ambon sejalan dengan program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni gerakan Indonesia Asri—aman, sehat, resik, dan indah—yang bertujuan menciptakan lingkungan sehat serta terbebas dari persoalan sampah, pencemaran, maupun kekumuhan.

“Secara lokal, Pemerintah Kota Ambon telah mencanangkan Gerakan Tambahan, yakni gerakan Ambon bersih, asri, hijau, dan nyaman. Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan Ambon yang lebih bersih sekaligus mendukung program nasional,” kata Bodewin saat memberikan sambutannya di Taman Pattimura, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya, mulai dari memperkuat kapasitas pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat maupun dunia usaha.

Meski demikian, Bodewin mengakui persoalan sampah merupakan tantangan yang tidak pernah benar-benar selesai, bahkan di kota-kota besar yang telah menerapkan sistem pengelolaan modern.

Karena itu, menurutnya, pendekatan yang paling efektif adalah mengelola sampah langsung dari sumbernya, bukan hanya mengandalkan pola angkut dan buang.

“Kalau hanya sekadar angkut dan buang, itu bisa kita lakukan. Tetapi menyelesaikan sampah dari sumbernya, itulah tantangan sebenarnya. Karena itu kita butuh pengolahan sampah sejak dari rumah tangga dan lingkungan terkecil,” tegasnya.

Bodewin menilai kehadiran TPS EcoLife di Taman Pattimura menjadi contoh konkret pengelolaan sampah berbasis komunitas yang perlu diperbanyak di seluruh wilayah Kota Ambon.

Ia bahkan berharap ke depan setiap desa, negeri, maupun kelurahan di Kota Ambon memiliki sedikitnya dua hingga tiga unit bank sampah yang terintegrasi dengan bank sampah induk sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Dalam kesempatan itu, Bodewin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PNM Cabang Ambon, Jasa Raharja Provinsi Maluku, Bank Sampah Induk Lestari, serta seluruh mitra yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.

“Dari hal-hal kecil seperti ini, kita bisa melahirkan perubahan besar. Tidak mungkin persoalan sampah bisa selesai sekaligus tanpa dimulai dari langkah kecil dan kerja bersama,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan, tahun 2026 menjadi momentum bagi Kota Ambon untuk bergerak lebih serius dalam mewujudkan Ambon bersih, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia bersih menuju Indonesia maju.

Sementara itu, pihak Permodalan Nasional Madani (PNM) menyatakan keterlibatannya dalam program TPS EcoLife merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan lingkungan berkelanjutan.

PNM berharap fasilitas TPS EcoLife yang diresmikan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong pola pengelolaan sampah yang lebih modern, sehat, dan berkelanjutan di Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan