Pertamina Ubah Jalur Pasok LPG ke Biak, Pemda-DPRK Diajak Kawal Distribusi Energi

IMG 0959

Editor: Redaksi

Biak, Bedahnusantara.com: Upaya menjaga pasokan energi bagi masyarakat di tengah tekanan situasi global terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh yakni mengalihkan jalur suplai LPG untuk Kabupaten Biak Numfor dari sebelumnya melalui Surabaya menjadi melalui Jayapura, guna mempercepat distribusi dan memperkuat ketersediaan energi di wilayah tersebut.

Langkah tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Daerah dan DPRK Kabupaten Biak Numfor di Swiss-Belhotel Cendrawasih Biak, Rabu (6/5/2026).

Forum strategis itu menjadi ruang koordinasi lintas sektor dalam merespons dinamika global yang berdampak pada rantai pasok energi, khususnya distribusi LPG di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan logistik cukup kompleks.

Sales Area Manager Retail Papua Pertamina Patra Niaga, Adri Angga Aditya, menegaskan sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami ingin memastikan seluruh lini distribusi berjalan optimal agar kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu oleh kondisi global. Langkah alih suplai ini dilakukan untuk meningkatkan jaminan ketersediaan LPG dan mengawal pendistribusian di lapangan agar tersalurkan dengan baik hingga ke masyarakat, khususnya di wilayah Biak,” ujar Adri dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (10/5/2026).

Menurut Adri, pengalihan titik suplai dari Jayapura diharapkan mampu memangkas waktu distribusi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, sekaligus memperkuat ketahanan energi di Kabupaten Biak Numfor dan wilayah sekitarnya.

Langkah proaktif Pertamina tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor, Yubelius Usior, menilai koordinasi yang dibangun bersama Pertamina memberi kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang bergantung pada ketersediaan LPG.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pertamina yang telah berkolaborasi dengan Pemda untuk mendiskusikan distribusi dan ketersediaan LPG. Dengan ketersediaan yang telah didiskusikan, diharapkan dapat memberikan dampak positif dan ke depan kita bisa bersama-sama mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan LPG ini,” ungkap Yubelius.

Melalui forum ini, Pertamina bersama pemerintah daerah dan DPRK sepakat untuk terus memperkuat pengawasan distribusi serta memastikan kebutuhan LPG masyarakat Biak Numfor tetap aman, merata, dan tepat sasaran di tengah tantangan global yang terus berkembang. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan