Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Kualitas penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 8 Ambon kembali menjadi sorotan. Pasalnya, setelah sebelumnya mendapat koreksi dari Media Bedahnusantara.com, pola penyajian makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudamati dinilai belum menunjukkan perubahan yang berarti.
Berdasarkan pantauan terhadap unggahan foto pada salah satu akun Facebook Kepala Sekolah SD Negeri 8 Ambon, terlihat sejumlah menu makanan yang disajikan kepada para siswa masih perlu mendapat perhatian serius, terutama dari sisi variasi, kelengkapan dan kemudahan anak-anak dalam mengonsumsi makanan tersebut.
Dalam beberapa sajian yang terlihat, menu makanan didominasi tahu goreng satu potong, tempe satu potong, telur serta sayuran. Namun, sajian sayur yang diberikan tidak dilengkapi kuah, sementara menu ikan juga dinilai masih jarang ditemukan dalam penyajian makanan bagi para siswa.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana variasi dan kualitas makanan yang diberikan telah memperhatikan kebutuhan gizi sekaligus kebiasaan makan anak usia sekolah.
Sebab, program MBG bukan sekadar menyediakan makanan untuk mengenyangkan perut siswa. Lebih dari itu, makanan yang disajikan harus memperhatikan keseimbangan gizi, variasi bahan pangan, porsi yang sesuai serta tekstur dan cara pengolahan yang memudahkan anak-anak untuk mengonsumsinya.
Sajian makanan yang terlalu kering, tanpa kuah atau pendamping yang memadai, berpotensi membuat sebagian siswa mengalami kesulitan ketika makan. Apalagi, penerima manfaat program tersebut merupakan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Karena itu, SPPG Kudamati diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah porsi makanan, tetapi juga memastikan setiap menu yang diberikan benar-benar layak, bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Evaluasi terhadap menu juga penting dilakukan agar program MBG tidak sekadar berjalan sebagai rutinitas pembagian makanan, melainkan mampu mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi dan mendukung tumbuh kembang anak-anak sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri 8 Ambon, Jonna Takaria, saat dikonfirmasi langsung melalui WhatsApp, Jumat (6/11/2026), dimintai tanggapan terkait penyajian menu makanan dari SPPG Kudamati yang menjadi perhatian tersebut.
Klarifikasi pihak sekolah penting untuk mengetahui apakah menu yang selama ini diterima siswa telah sesuai dengan standar pelayanan gizi, termasuk bagaimana respons para siswa terhadap makanan yang disediakan.
Media Bedahnusantara.com juga mendorong pihak pengelola SPPG Kudamati untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyajian makanan. Sebab, keberhasilan program MBG tidak cukup diukur dari makanan yang dibagikan setiap hari, tetapi juga dari kualitas, kelayakan, kandungan gizi dan penerimaan makanan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat. (BN Grace)









