BAKU DAPA Jadi Strategi Pemkot Ambon Benahi Tata Kelola Perikanan dan Tingkatkan Pendapatan Nelayan

IMG 7346 scaled

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pembenahan sektor perikanan tangkap melalui inovasi BAKU DAPA (Strategi Pengembangan Sentra Perikanan Tangkap untuk Mendukung Tempat Pelelangan Ikan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah Kota Ambon).

Program yang digagas Dinas Perikanan Kota Ambon tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola produksi, memperbaiki sistem distribusi hasil tangkapan, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai pusat aktivitas ekonomi perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudya Simatauw, S.Pi., saat memberikan sambutan di Manise Hotel Ambon, Kamis (5/11/2026), menjelaskan bahwa BAKU DAPA merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan sektor perikanan tangkap.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Menurutnya, potensi perikanan tangkap di Kota Ambon sangat besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi maksimal karena aktivitas pendaratan ikan masih tersebar di berbagai lokasi dan belum terintegrasi secara optimal dengan Tempat Pelelangan Ikan.

Tercatat terdapat 22 sentra perikanan yang tersebar di lima kecamatan. Sebagian besar aktivitas pendaratan hasil tangkapan masih berlangsung di lokasi pendaratan ikan rakyat, sehingga proses pencatatan produksi, validasi data, hingga pengawasan distribusi belum berjalan secara maksimal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Perikanan Kota Ambon. Sebab, tanpa sistem pengelolaan yang terintegrasi, pemerintah akan kesulitan memperoleh data produksi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan sektor perikanan.

Henly menegaskan, melalui BAKU DAPA, pemerintah ingin membangun sistem pengelolaan perikanan yang lebih tertata, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi nelayan maupun daerah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan SIRIP IKAN atau Sistem Pembayaran Retribusi Tempat Pelelangan Ikan Secara Non-Tunai.

Inovasi tersebut akan mulai diterapkan di TPI Arumbae melalui kerja sama dengan Bank Maluku Malut. Sistem pembayaran digital ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi transaksi, memperkuat akuntabilitas administrasi, serta menekan potensi kebocoran penerimaan daerah.

Selain itu, Dinas Perikanan juga mengembangkan SIPANDAI atau Sistem Pengolahan dan Informasi Data Perikanan TPI Kota Ambon.

Sistem berbasis digital tersebut akan menjadi instrumen penting dalam pencatatan dan pengolahan data produksi perikanan tangkap. Dengan tersedianya data yang lebih akurat, pemerintah dapat memantau perkembangan produksi sekaligus menentukan langkah kebijakan secara tepat.

Tidak hanya berfokus pada digitalisasi, BAKU DAPA juga mencakup penguatan sarana dan prasarana TPI Nusaniwe, termasuk identifikasi kebutuhan fasilitas untuk mendukung aktivitas pendaratan, penanganan, dan distribusi hasil perikanan.

Di sisi lain, penguatan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, nelayan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menyukseskan program tersebut.

Henly menilai, pembenahan sektor perikanan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas fisik. Diperlukan sistem yang mampu menghubungkan seluruh mata rantai aktivitas perikanan, mulai dari nelayan, tempat pendaratan, proses pencatatan, transaksi hingga pemasaran.

Karena itu, keberadaan TPI harus didorong menjadi pusat pelayanan sekaligus pusat perdagangan hasil perikanan yang mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.

Melalui pendekatan tersebut, nelayan diharapkan tidak hanya memperoleh kemudahan dalam memasarkan hasil tangkapan, tetapi juga mendapatkan kepastian sistem perdagangan yang lebih tertib dan transparan.

Dinas Perikanan Kota Ambon juga akan melanjutkan pengembangan melalui peningkatan fasilitas TPI, pembinaan mutu hasil perikanan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan pelayanan ke sentra-sentra perikanan tangkap lainnya.

BAKU DAPA sendiri merupakan Proyek Perubahan yang diinisiasi Henly Claudya Simatauw dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong sektor perikanan tangkap sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Dengan demikian, pembenahan tata kelola perikanan bukan semata-mata bertujuan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memastikan nelayan menjadi pihak yang merasakan manfaat langsung dari pengembangan potensi kelautan dan perikanan Kota Ambon.

Melalui BAKU DAPA, Pemerintah Kota Ambon menargetkan terwujudnya sektor perikanan yang lebih produktif, transparan, berdaya saing, dan berkelanjutan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan