Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman sekitar 7.000 pohon gadihu yang dipusatkan di kawasan Ay Patty, Jumat (24/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Tambahan (Gertak) atau Gerakan Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman yang sebelumnya telah diluncurkan Pemerintah Kota Ambon saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di kawasan Iritung. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung gerakan penghijauan nasional sekaligus memperkuat budaya menjaga lingkungan di Kota Ambon.
Sejak pagi, Wali Kota Ambon bersama para pimpinan OPD, ASN, serta berbagai elemen masyarakat tampak turun langsung ke lapangan melakukan penanaman pohon gadihu. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat mewarnai kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan Kota Ambon.
Dalam keterangannya kepada awak media di sela-sela kegiatan, Bodewin Wattimena mengatakan bahwa Gerakan Tambahan lahir sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Ambon dalam menciptakan kota yang bersih, hijau, asri, dan nyaman untuk seluruh masyarakat.
Menurutnya, gerakan tersebut juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program nasional penghijauan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Pada saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Iritung beberapa waktu lalu, kita sudah melaunching Gerakan Tambahan, yaitu Gerakan Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman. Tujuannya adalah mendukung program nasional yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo sekaligus mewujudkan Ambon yang bersih, hijau, asri, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Bodewin Wattimena.
Ia menjelaskan bahwa salah satu program utama dalam Gerakan Tambahan adalah Gerakan Tanam Gadihu. Pemilihan tanaman gadihu dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi geografis, kemampuan tanaman beradaptasi dengan iklim Ambon, hingga efisiensi anggaran pemerintah.
Bodewin mengungkapkan bahwa gadihu merupakan tanaman lokal atau endemik yang sudah sangat dikenal masyarakat Ambon. Tanaman tersebut memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca sehingga lebih mudah tumbuh dibandingkan tanaman hias yang didatangkan dari luar daerah.
Menurutnya, penggunaan tanaman lokal menjadi solusi yang tepat di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Daripada mengalokasikan dana yang cukup besar untuk membeli tanaman dari luar yang belum tentu mampu bertahan hidup di Kota Ambon, Pemerintah Kota memilih memanfaatkan potensi tanaman yang tersedia di daerah sendiri.
“Kita sementara melakukan efisiensi. Daripada membeli tanaman dari luar yang ketika dibawa ke Ambon belum tentu hidup, lebih baik kita menanam gadihu. Tanaman ini murah, mudah didapat, dan seluruh bibitnya merupakan inisiatif bersama ASN. Jadi tidak membutuhkan biaya besar tetapi manfaatnya sangat besar bagi keindahan kota,” jelasnya.
Selain memiliki nilai ekonomis, tanaman gadihu juga dinilai mampu memberikan nilai estetika yang tinggi. Bodewin berharap beberapa tahun ke depan berbagai ruas jalan utama, median jalan, taman kota, hingga ruang-ruang terbuka publik akan dipenuhi tanaman gadihu yang tumbuh subur sehingga menciptakan wajah baru Kota Ambon yang lebih hijau dan menarik.
Ia menyebutkan bahwa penanaman pohon bukan hanya dilakukan di kawasan Ay Patty. Pemerintah Kota Ambon telah membagi lokasi penanaman kepada seluruh OPD agar gerakan penghijauan menjangkau lebih banyak kawasan strategis.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penanaman antara lain kawasan Terminal Transit, Pattimura Park, kawasan Laha, median jalan, taman kota, serta sejumlah ruang terbuka publik lainnya yang membutuhkan penghijauan.
“Kita menargetkan sekitar tujuh ribu pohon. Sebelumnya kita juga sudah menanam hampir seribu tanaman jenis ekor tusa. Hari ini seluruh OPD melakukan penanaman secara serentak. Jumlah pastinya memang belum dihitung satu per satu, tetapi diperkirakan sekitar lima ribu pohon gadihu ditanam hari ini sehingga total target sekitar tujuh ribu pohon dapat tercapai,” katanya.
Bodewin berharap gerakan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Menurutnya, keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan tanaman tersebut tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar Ambon tetap menjadi kota yang bersih, sejuk, sehat, dan nyaman bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Melalui Gerakan Tanam Gadihu, Pemerintah Kota Ambon optimistis wajah kota akan semakin hijau, asri, dan indah. Program ini juga diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku. (BN Grace)





