![]() |
| Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Walaupun saat ini pertumbuhan ekonomi global maupun nasional mengalami perlambatan, namun tingkat berekonomi Provinsi Maluku menunjukan tren positif.
Hal ini terbukti, pada tahun 2014 perekonomia Provinsi Maluku tumbu 6,7 persen, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbahan tahun sebelumnya 5,3 persen, ataupun pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,0 prsen.
“Hal ini membuktikan, bahwa kita masih berada pada momentum percepatan pertumbuhan ekonomi yang membaik,” ujar Kepala Biro pengembangan ekonomi dan investasi Maluku, yang juga selaku Seketaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Anton A Lailossa, ST. M.Si, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/4).
Dijelaskan, dari sisi permintaan, ada tiga komponen yang memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku, yakni konsumsi pemerintah sebesar 14,42 persen, konsumsi rumah tangga 6,00 persen, dan pembentukan modal tetap domestik bruto (investasi) sebesar Rp. 1,10 persen.
Selain itu juga, ada tiga komponen lainnya yang juga memberikan sumbangan, yaitu Kosumsi Nirlaba (LNPRT) sebesar 0,09 persen, ekspor luar negeri sebesar 0,66 persen, dan impor luar negeri sebesar 0,77 persen.
Sedangkan dari sisi penawaran, kata Lailossa pertumbuhan ekonomu Maluku ditopang oleh kinerja kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan, jasa keuangan, transportasi, dan perdagangan memberikan sumbangan berturut-turut sebesar 0,68 persen, 0,58 persen, dan 0,39 persen.
Hal ini berbeda saat menggunakan PDRB dengan tahun dasar 2000, dimana pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh sektor utama perdagangan, hotel, dan perdagangan (PHR), sektor pertanian, dan sektor jasa-jasa.
Sementara dari sisi perkembangan harga, lanjutnya laju inflasi Provinsi Maluku cenderung membaik dan terkendali meskipun harus menghadapi tekanan berbagai kebijakan harga yang diambil pemerintah seperti kenaikan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik.
Laju inflasi Provinsi Maluku tahun 2014 tercatat sebesar 7,2 persen, lebih redah dibandingkan inflasi tahun sebelumnya 8,8 persen, ataupun inflasi nasional 8,4 perseb.
Bahkan inflasi kota Ambon tahun 2014 tercatat kebih rendah lagi, yaitu 6,8 persen.
“Hal ini tentu tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Daerah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi dengan tujuan akhir yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.(BN-03)






