Editor: Redaksi
Ambon,Bedahnusantara.com: Komitmen membantu masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Kali ini, perusahaan energi nasional itu menghadirkan program pasar murah bagi 1.000 warga prasejahtera di kawasan Wayame dan Rumahtiga, Kota Ambon.
Program ini menyasar kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas, khususnya mereka yang masuk kategori desil 1 hingga 4. Melalui kegiatan tersebut, warga bisa mendapatkan paket bahan pokok dengan harga sangat terjangkau, jauh di bawah nilai pasar.
Setiap paket sembako yang disediakan memiliki nilai sekitar Rp211 ribu, namun hanya ditebus seharga Rp30 ribu. Isi paket mencakup kebutuhan utama rumah tangga seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu—komoditas yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi harian masyarakat.
Perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi warga di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, kehadiran Pertamina tidak hanya sebatas menjaga distribusi energi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat langsung, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.
Menariknya, hasil penjualan dari program pasar murah ini tidak berhenti sebagai pemasukan semata. Dana yang terkumpul justru dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui bantuan ke sejumlah lembaga sosial, seperti yayasan pendidikan dan panti asuhan di sekitar wilayah tersebut.
Langkah ini pun mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Wayame, Samsudin Menur, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi yang baik antara perusahaan dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi warga.
Ia menambahkan, inisiatif seperti ini sangat membantu masyarakat di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang kerap fluktuatif. Kehadiran pasar murah dinilai mampu memberikan ruang bagi warga untuk mengalokasikan sisa pengeluaran mereka ke kebutuhan lain.
Antusiasme warga terlihat jelas sejak kegiatan dimulai. Banyak di antara mereka rela datang bersama-sama demi mendapatkan paket sembako tersebut. Salah satunya Wijonakul, seorang pedagang di Pasar Negeri Rumah Tiga, yang mengaku sangat terbantu dengan program ini.
Dengan harga yang jauh lebih murah, ia bisa menghemat pengeluaran dan menggunakan sisa uangnya untuk membeli bahan makanan lain seperti ikan dan sayuran. Hal serupa juga dirasakan oleh Ibu Titi Wali, warga Wayame, yang menyebut program ini sangat meringankan kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya untuk anak sekolah.
Pasar murah ini tidak sekadar menjadi kegiatan bantuan sesaat, tetapi juga mencerminkan upaya berkelanjutan dalam membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Pertamina berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di masa mendatang. (BN Grace)





