Bodewin Tegaskan Seleksi Sekkot Ambon Bebas Suap dan Setoran

c1a74a0f 245e 476c b67d cbcce9170ed5

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa proses seleksi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon harus berlangsung secara bersih, transparan, dan bebas dari praktik suap maupun setoran dalam bentuk apa pun.

Penegasan tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri debat calon Sekretaris Kota Ambon yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Kantor Balai Kota Ambon, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Bodewin mengingatkan bahwa jabatan tidak boleh diperoleh melalui cara-cara yang tidak benar. Ia menegaskan bahwa sejak dirinya bersama Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisuta, mengikuti proses Pilkada, keduanya berkomitmen untuk meraih kepercayaan masyarakat dengan cara yang jujur dan bermartabat.

“Jabatan itu jangan didapatkan dengan cara-cara yang tidak benar. Kalau kalian mengikuti perjalanan saya dan Ibu Wakil Wali Kota saat kampanye, kami tidak pernah membagi-bagikan uang. Kami ingin menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan cara yang benar dan baik,” kata Bodewin.

Menurutnya, prinsip yang sama juga harus diterapkan dalam pengisian jabatan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Karena itu, ia memastikan tidak ada satu pun peserta seleksi yang diminta memberikan uang atau bentuk setoran lainnya demi memperoleh jabatan.

“Saya ingin semua pejabat mengalami hal yang sama. Tidak ada satu rupiah pun yang harus disetor. Karena itu tadi saya bertanya kepada ketiga calon Sekkot apakah pernah diminta memberikan sesuatu, dan jawabannya tidak ada. Itu benar,” tegasnya.

Bodewin menjelaskan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota hanya menginginkan dedikasi, loyalitas, serta komitmen penuh dari para pejabat untuk membangun Kota Ambon.

“Kami hanya minta kasih hati, kasih diri, dedikasikan diri, dan loyal untuk kota ini. Biarlah itu menjadi komitmen bersama. Jangan sampai setelah menjadi Sekkot malah berpikir harus memberikan uang atau hal-hal seperti itu. Tidak ada cara seperti itu di Pemerintah Kota Ambon,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bodewin juga mengingatkan seluruh peserta seleksi agar memaknai proses yang sedang dijalani sebagai bagian dari mekanisme yang harus dilalui secara profesional. Ia menekankan bahwa dalam setiap kompetisi pasti hanya akan ada satu orang yang terpilih.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua punya kelebihan dan kekurangan. Yang sempurna hanya Tuhan. Karena itu saya minta seluruh rangkaian seleksi ini dimaknai sebagai bagian dari proses. Pada akhirnya hanya satu orang yang akan terpilih menjadi Sekretaris Kota Ambon,” katanya.

Dalam sesi dialog, Bodewin juga meminta salah satu peserta seleksi, Apries, menjelaskan pandangannya mengenai dedikasi dalam birokrasi. Menjawab pertanyaan tersebut, Apries menegaskan bahwa prinsip kerja yang selama ini dipegangnya adalah mengutamakan prestasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Dalam prinsip kerja saya hingga hari ini, yang menjadi pegangan adalah prestasi dan loyalitas,” ungkap Apries.

Debat calon Sekretaris Kota Ambon tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama. Pemerintah Kota Ambon berharap proses tersebut dapat menghasilkan sosok Sekkot yang memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen kuat untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan