Stunting di Ambon Turun, Lekransy: Bukti Kolaborasi dan Konsistensi Program Pemerintah Kota

c718cb53 7e3a 4101 9d62 1b215775c13b

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon kembali mencatat capaian positif dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang diolah dan dirilis pada 6 Agustus 2025, prevalensi stunting di Kota Ambon tercatat sebesar 19,70 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata prevalensi stunting di Provinsi Maluku yang mencapai 28,40 persen. Bahkan, capaian Kota Ambon juga berada sedikit di bawah rata-rata nasional yang tercatat sebesar 19,80 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ronald H. Lekransy, menyatakan bahwa penurunan angka stunting merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang selama ini menjadi fokus Pemerintah Kota Ambon.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (15/6/2026), Lekransy mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengintegrasikan berbagai program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar keluarga berisiko stunting.

“Capaian ini menunjukkan bahwa berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Ambon berjalan pada arah yang tepat. Namun demikian, kami tidak akan berpuas diri karena masih diperlukan upaya yang berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sebagai juru bicara pemerintah daerah, Lekransy menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bersama tenaga kesehatan, kader posyandu, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon terus melakukan berbagai langkah strategis melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif yang menyasar kelompok sasaran, terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Ia menjelaskan, berbagai program yang telah dilakukan antara lain peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan bagi kelompok rentan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang baik dan pemenuhan gizi seimbang.

Lekransy juga menilai keberhasilan menekan angka stunting hingga berada di bawah rata-rata nasional menjadi motivasi bagi pemerintah kota untuk terus memperkuat program-program yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Penurunan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama agar anak-anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Meski telah menunjukkan tren positif, Pemerintah Kota Ambon, lanjut Lekransy, tetap berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan guna menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Capaian tersebut sekaligus menjadi indikator positif bagi pembangunan kesehatan di Kota Ambon, serta memperlihatkan efektivitas kebijakan dan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Ambon yang lebih maju dan sejahtera. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan