BPBD Ambon Perkuat Mitigasi Bencana, Koordinasi dengan Angkasa Pura dan BMKG Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

IMG 2101

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon terus memperkuat langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta melindungi infrastruktur strategis di Kota Ambon. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan kunjungan dan koordinasi bersama DPRD Kota Ambon dengan pihak PT Angkasa Pura di Bandara Pattimura Ambon, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (15/6/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, saat diwawancarai melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, khususnya di kawasan Hulu Sungai Wai Sakula yang memiliki keterkaitan dengan sistem drainase Bandara Pattimura Ambon.

Menurutnya, keberadaan daerah aliran sungai di kawasan tersebut memiliki peran penting dalam mengendalikan aliran air saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Namun, aktivitas penambangan kerikil yang berlangsung di wilayah hulu sungai dinilai perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan sistem drainase yang bermuara ke kawasan bandar udara.

“Koordinasi ini dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat secara menyeluruh kondisi mitigasi bencana di kawasan Hulu Sungai Wai Sakula. Kami juga membahas dampak aktivitas tambang kerikil yang berpotensi menyebabkan terganggunya sistem drainase di kawasan Bandara Pattimura akibat meningkatnya sedimentasi yang terbawa aliran sungai,” kata Tatipikalawan.

Ia menjelaskan bahwa sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan pendangkalan saluran air dan penyumbatan drainase. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan bahkan luapan air saat hujan deras, yang pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas operasional bandara sebagai salah satu objek vital nasional di Maluku.

Karena itu, dalam pertemuan bersama General Manager PT Angkasa Pura, BPBD Kota Ambon mendorong adanya langkah-langkah penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase secara berkala.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana risiko tersebut dapat dicegah sejak dini. Salah satu upaya yang didorong adalah normalisasi sungai secara rutin sehingga sedimentasi dapat dikendalikan dan tidak menyebabkan tertutupnya saluran drainase. Dengan demikian, potensi luapan air yang dapat menggenangi area sekitar bandara maupun landasan pacu dapat diminimalisir,” ujarnya.

Tatipikalawan menambahkan bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika terjadi kejadian darurat, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah pencegahan melalui koordinasi lintas sektor dan identifikasi berbagai potensi ancaman yang ada di lapangan.

Menurutnya, perubahan cuaca yang terjadi saat ini menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun intensitas hujan pada tahun ini diperkirakan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, namun potensi hujan lebat dalam durasi singkat tetap perlu diantisipasi karena dapat memicu banjir, longsor, maupun genangan di sejumlah titik rawan.

Usai melakukan pertemuan dengan pihak PT Angkasa Pura, rombongan BPBD Kota Ambon bersama DPRD melanjutkan kunjungan ke BMKG untuk memperoleh informasi dan data prakiraan cuaca terkini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data dan informasi dalam mendukung pengambilan keputusan terkait kebencanaan.

Tatipikalawan mengatakan informasi cuaca dari BMKG menjadi salah satu instrumen penting dalam sistem peringatan dini yang digunakan BPBD untuk menentukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Kami membutuhkan data dan informasi yang akurat terkait perkembangan cuaca dalam beberapa waktu ke depan. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi BPBD dan pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah antisipasi, termasuk penyampaian peringatan dini kepada masyarakat apabila terdapat potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan risiko bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, dunia usaha hingga masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi yang dilakukan dengan Angkasa Pura dan BMKG diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Ambon.

“Mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. BPBD terus berupaya membangun koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani secara cepat serta tepat. Dengan kerja sama yang baik, kita berharap risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan masyarakat serta infrastruktur penting dapat terjaga,” pungkas Tatipikalawan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan