Pemda Dinilai Tak Serius Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional

pesparawi%2Btak%2Bserius
Ilustrasi Lomba Pesparawi

Ambon, Bedah Nusantara.com: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Ambon selaku bagian integral dari Gereja, Pemuda dan Mahasiswa serta Keterwakilan Masyarakat sudah tentu bertanggung jawab penuh dalam rangka mengawal berbagai hal yang menjadi pekerjaan besar pemerintah dalam proses pembangunan daerah Maluku.

Hal ini penting karena GMKI merupakan kaum intelektual yang penuh kekritisan serta responsive terhadap berbagai masalah social yang ada dalam masyarakat Maluku.

Momentum Pesta Padua Suara Gerejawi (Pesparawi) merupakan event keagamaan skala nasional yang sangat penting dalam menampilkan Maluku khususnya Kota Ambon dalam proses pembangunan yang kemudian menjadi daya tarik wisatawan terhadap keberadaan Ambon dengan julukan Manise nya. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon, Yabes Souhaly.

Melalui rilisnya yang diterima Media ini, Souhaly mengungkapkan,selain itu kegiatan Pesparawi mencerminkan jalinan kebersamaan antar umat beragama yang berujung kepada rasa toleransi dalam umat beragama di Ambon seperti hal nya Kegiatan MTQ tingkat Nasional yang pernah diselenggarakan di Ambon sebelumnya.

Namun disisi ada lain, ada hal penting yang masih menjadi pekerjaan penting dalam rangka persiapan memasuki Pesparawi tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-12 Oktober tersebut.

“Hal ini Nampak dalam Kesiapan Venue atau Gedung-gedung fasilitas yang akan dipakai dalam pelaksanaan kegiatan Pesparawi misalnya Baileo Oikumene, Taman Budaya maupun Christian Centre yang sampai saat ini proses pembangunannya maupun renovasinya masih dalam pembangunan”.

Belum lagi, Lanjutnya, fasilitas maupun ornamen-ornamen yang dipakai menghiasi kota ambon pun masih dalam pembangunan. Padahal kalau mau dilihat, waktu pelaksanaan Pesparawi sudah hampir dekat dan tinggal menghitung hari.

“Namun dari fasilitas sarana dan pra sarana masih belum rampung. Hal ini kemudian dinilai oleh GMKI merupakan “Ketidaks eriusan” Pemerintah dalam hal ini dalam menyambut Kegiatan Nasional tersebut. Pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kota kemudian terkesan “acuh” terkait hal ini,Padahal kegiatan ini sering dikampanyekan bahkan telah jauh-jauh hari dikampanyekan oleh Pemerintah dalam hal ini Gubernur Maluku.”.Jelas Souhaly

Souhaly menerangkan, Bahkan dalam kegiatan APEKSI kemarin sempat disampaikan oleh Gubernur Maluku bahwa Kegiatan Pesparawi akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sekaligus peresmian Jembatan Merah Putih, namun sampai saat ini Jembatan Merah Putih yang digadang-gadang sebagai symbol pembangunan Maluku belum mampu diselesaikan.

“Hal ini tentunya harus menjadi perhatian serius dari pemerintah dalam hal ini Gubernur Maluku beserta jajarannya maupun Walikota Ambon selaku para pemimpin Daerah ini,Sebab persoalan ini tentunya dirasakan juga oleh Masyarakat Kota Ambon yang gelisah menjelang Event Nasional tersebut yang dikhawatirkan akan “Amburadul” dalam pelaksanaannya.”.

Ditegaskannya, kami selaku GMKI berharap Event Taraf Nasional seperti ini kemudian harus menjadi perhatian serius dalam rangka persiapannya, karena dampaknya dari ketidaksiapan Kota Ambon Ibukota Provinsi Maluku sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan Pesparawi Tingkat Nasional adalah menyangkut Nama Baik daripada Daerah ini.

“Harapannya ialah semoga Pemerintah Provinsi baik Pemerintah Kota Ambon beserta jajarannya dapat benar-benar mempersiapkan seluruh Fasilitas, sarana dan pra sarana yang akan dipakai dalam Kegiatan Pesparawi Tingkat Nasional tersebut.Sehingga pelaksanaan Kegiatan Pesparawi Tingkat Nasional Tahun 2015 dapat berjalan dengan baik”.Harapnya (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan