Ambon, Bedahnusantara.com: Dalam melawan Covid-19 dan berbagai dampak yang ditibulkan, salah satunya terkait dengan bantuan tunai maupun bantuan sembako bagi masyarakat kota ambon, baik dari tingkat kelurahan maupun sampai pada desa dan negeri.
![]() |
| Pansus Covid 19 DPRD kota Ambon Adakan Sosialisasi Bersama Pemerintah Negeri Latuhalat |
Dalam rangka menyelesaikan persoalan tersebut maka Pansus DPRD Kota Ambon mengadakan sosialisasi terkait bantuan langsung tunai(BLT),Bantuan Sosial tunai(BST) dikalangan masyarakat, pertemuan antara Pansus Covid-19 dari DPRD Kota Ambon yang diwakili Ari Sahertian dan astrid soplantila bersama pemerintah negeri Latuhalat.
Langkah ini juga dilukan guna proses pengambilan sampel Data masyarakat terkait bantuan Covid-19 berupa BST,BLT maupun BPMT yang diduga sangat tidak bersesuaian baik dari tingkat RT, pemerintah negeri, Kecamatan, hingga sampai dengan data didinas sosial Kota Ambon.
“Dalam rangka mengawasi anggaran pemerintah untuk menangani covid 19 yang terjadi saat ini di kota ambon khususnya,kami DPRD kota ambon membentuk Pansus untuk memantau semua anggaran yang keluar dalam menangani Covid-19,” demikian diungkapkan oleh Ari Sahertian.
Pertemuan hari ini kami adakan bersama ketua RT/RW juga libatkan pemerintah negeri juga saniri agar dapat menjelaskan sekaligus mendengar aspirasi dari masing-masing RT,dengan segala persoalan yang mereka temui dilapangan.
Sahertian menjelaskan bahwa sesuai data persoalan dari RT yang kami dapati saat ini, maka kami melakukan langkah sosialisasi ini sebab sering kali data yang di masukan ke negeri tidak sesuai dengan data yang dimiliki oleh pihak dinas sosial akibat adanya kesalah pahaman saja.
Dia berharap kedepannya, persoalan ini dapat diperhatikan supaya tidak ada lagi kesalah pahaman antara pemerintah negeri dan dinas sosial.
” kita harus perhatikan masalah data agar jangan kita dinilai tidak baik dari masyarakat,sebab hal ini dapat mempersulit pemerintah negeri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka terkait bantuan kepada masyarakat.
Mengakhiri penjelasannya Sahertian menegaskan,seluruh elemen pemerintah pusat, yang turun sampai Pemerintah Daerah Provinsi,Pemerintah Kota,Kelurahan,Desa/Negeri maupun ke RT/RW diharpkan dapat lebih bijak dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Serta bisa bergandengan tangan dalam memutus rantai covid-19 ini.
Ditempat yang sama juga Astrid Soplantila sebagai anak negeri yang juga wakil rakyat dari Partai Gerindra ini menyampaikan bahwa tujuan kami bentuk pansus adalah untuk dapat memantau semua anggaran yang keluar dari pemerintah dalam masa penanganan Covid-19 ini.
Yang nantinya itu sebagai bahan evaluasi bersama dengan pemerintah kota ambon dalam hal ini tim gugus tugas covid 19 kota ambon, serta hendak melihat bagaimana proses penyelesaian segala persoalan rakyat dalam menghadapi dampak Covid-19.
Selain itu juga tambahnya, semua kami sedang mengambil sampel dari seluruh kelurahan maupun desa/negeri yang ada di Kota Ambon, yang kemudian hasilnya akan kami bahas dalam rapat internal PANSUS untuk dilakukan evaluasi sekaligus menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Astrid menegaskan, “kalau toh ada lagi data penambahan dari negeri maupun keluarahan, terkait data masyarakat yang belum menerima bantuan”, maka kami akan mengusulkan kembali karena masyarakat kota ambon ini juga adalah merupakan tanggung jawab kita bersama,”tutupnya (BN-06)






