Ambon, Bedah Nusantara.com: Panitia pelaksana Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat provinsi Maluku, Terkhususnya Bidang Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) diduga telah melakukan kecurangan dalam menentukan siapa yang akan mewakli provinsi Maluku dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Nasional yang akan berlangsung 7 Juni 2015.
Pasalnya panitia LKS untuk mata lomba Informasi dan Teknologi (IT) diduga telah berbuat curang dengan tidak mengirimkan juara pertama dalam lomba tersebut, akan tetapi panitia malah membawa peserta yang kalah dalam lomba tersebut ke lomba tingkat Nasional.
Ketua panitia Lomba LKS tingkat SMK, Salimin yang ditemui Oleh awak media Senin (1/6) diruang kerjanya berdalih bahwa pemenang LKS untuk mata lomba IT tidak dapat diberangkatkan mewakili Maluku lantaran nilainya dibawah standart nilai yang ditetapkan.
Akan tetapi ketika ditanya wartawan,apakah ini murni sebagai keputusandewan juri, Salimin mengatakan dalam pengumuman juara, panitia lomba tidak mengumumkan hal tersebut, akan tetapi pembatalan peserta lomba IT asal Kabupaten Maluku Tenggara Barat ini disampaikan oleh Kabid Pendidikan Menengah, Melky Lohy saat penutupan lomba LKs tingkat provinsi Maluku.
“Hal ini disampaikan langsung oleh pak kabid ketika menutup lomba LKS beberapa waktu lalu, “ ujar Salimin.
Lebih Lanjut ketika kembali ditanyakan apakah panitia dan dewan juri mengetahui mengenai ktriteria jumlah nilai yang ditentukan panitia pusat, Salimin mengatakan baik panitia maupun dewan juri mengetahui hal tersebut.
Tetapi saat ditanyakan mengapa panitia dan juri tidak mengumumkan hal tersebut, ketika pengumuman pemenang pada mata lomba IT, Salimin tidak dapat lagi berdalih. Dan guna menutupi kesalahannya Salimin mempersilahkan wartawan untuk mengikuti pertemuan secara langsung antara Kabid pendidikan Menengah dengan ketua dewan juri dan guru pendamping LKS dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
Dilain pihak berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu perserta pertemuan antara Kabid pendidikan menengah, ketua dewan juri LKS bidang studi IT dan guru pendamping dari Maluku Tenggara Barat.
Ternyata terungkpa bahwa,dalam pertemuan tersebut sama sekali tidak disinggung mengenai kriteria penilaian dan jumlah nilai yang dipatok panitia pusat serta mengapa Flademir Kelmaskossu selaku pemenang pertama mata lomba IT tidak diberangkatkan mewakili Maluku dalam LKS tingkat Nasional.
“Dalam pertemuan tersebut yang dibicarakan adalah siapa yang mempublikasikan persoalan tersebut kepada media sehingga persoalan ini mencuat ke masyarakat. dan akhirnya diputuskan panitia akan mengupayakan pemenang mata lomba IT untuk mewakili Maluk ditingkat nasional lantaran kasus ini telah tercium oleh media, “ jelas sumber tersebut yang juga hadir alam pertemuan tersebut.
Hal ini kemudian makin menunjukan, betapa boboroknya mental para pelaku pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, yang semestinya menjadi teladan pendidikan moral yang baik bagi seluruh generasi di Maluku. (BN-08)






