![]() |
| Yesayas Petruz ” Orno Itu Penjahat Bardarah Dingin” |
MBD, Bedah Nusantara.com: Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Barnabas Orno (Bo), ditengarai melakukan mutilasi terhadap jajaran di Birikrasi dan pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Hal ini disampaikan oleh salah seorang sumber yang enggan namanya dipublikasikan, kepada Media ini Jumat (18/9) Via Telephone.
” Bupati Orno telah melakukan mutilasi pada jajaran pemerintahannya dengan langkah Mutasi mendadak beberapa pejabat yang ada di MBD”. ungkap Sumber
Diterangkan sumber, langkah mutilasi lewat aksi mutasi mendadak ini sangat membingungkan, pasalnya apa yang dilakukan oleh sang Bupati terasa tidak wajar, dan dilaksanakan pada saat moment Pilkada MBD semakin didepan mata.
” ini sangat aneh, pejabat yang masih baik dalam pelayanan publik kepada masyarakat MBD, malah digantikan dengan orang-orang yang selama ini sama sekali tidak memperhatikan kepentingan masyarakat, dan diduga apa yang dilakukan ini sebagai bentvk mengamankan Bupati ketika pemilu nanti”. terangnya.
Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Yesayas Petruz Mengungkapakan.
“Ini type pembunuh berdarah dingin. Rebut kekuasaan dengan cara-cara haram, keras, tidak terpuji. Pertahankan kedudukan dengan cara membunuh karakter lawan. Sungguh lebih sadis dari seorang penjahat perang atau mirip gerakan kaum giriliawan Taliban. Sadis, karakter ini tidak boleh dilanjutkan lagi untuk periode lima tahun ke depan”.ungkap Yesayas seperti dilansir dari salah satu situs media sosial.
Menurut Yesayas,dua periode terlalu lama bagi seorang yang Tipe memimpin Birokrasi mirip ORNO, ia akan semakin menjadikan diri sebagai raja. Semua bagian kekuasaan baik pada birokrasi maupun dalam sistem sosial dirampas habisnya, baik kekuasaan karena sebagai Bupati pun dalam kekuasaan adat, yang mestinya menjadi bagian dari para tokoh adat.
Lebih lanjut dikatakan Yesayas,Orno meramps semua itu dari masyarakat MBD,tapi dengan tanpa ngerti ia juga ‘merampasnya’ dengan cara rela dikukuhkan di berbagai desa adat sebagai tokoh dan sesepuh adat.
“ini yang harus dihindari,karena ketika semua kekuasaan itu sudah berada di tangan bupati ala ORNO, maka praktis rakyat menjadi hamba “(budak)” semua harta pemerintah berupa APBD digunakan tanpa takut. Juga harta rakyat berupa tanah akan juga menjadi miliknya karena berkuasa “(tidak tak berhingga)” dan terlampau lama berkuasa.”.Jelasnya
Untuk itu tegas Yesayas,”saya harapkan tidak perlu sapapun rakyat di MBD dengan cara berlagak tidak sadar dan atau sengaja bodoh untuk terus berkampanye dan berargumentasi bahwa ORNO masih layak, padahal sesungguhnya secara fakta ORNO jelas sudah tidak mampu dan tidak layak memimpin MBD”.tandas yesayas dengan nada geram (BN-08)






