![]() |
| Ilustrasi Benjina Bagaikan Desa Miskin |
Benjina, Bedah Nusantara.com: Benjina sebagai ibu kota kecamatan Aru Tengah yang juga merupakan kota tertua di kabupaten kepulauan Aru ini nyaris tidak tersentuh oleh pembangunan.
Faktanya adalah ketika media ini melakukan investigasi terhadap masalah pembangunan di daerah itu,ternyata di temukan masalah yang berfariasi dan cukup serius, akan tetapi hingga hari ini tidak satupun yang di tindaklanjuti.
Jalan, air bersih, penerangan, dan juga pelabuhan adalah persoalan yang tidak pernah di tuntaskan secara baik oleh pemerintah Daerah maupun pemerintah Provinsi Maluku.
Berdasakan pantauan dilapangan ditemukan, kondisi jalan raya yang hanya berstandarisasi jalan setapak dalam lingkugan, bahkan jalan sekelas jalan setapak tersebut telah megalami kerusakan yang cukup parah akan tetapi sampai saat ini tidak bisa di perbaiki, seperti contoh, jalan pada wilayah RKI (gereja katolik) sampai menuju pelabuhan kapal motor.
Untuk masalah penerangan lingkungan, Seperti yang pernah di tulis oleh media ini sebelumnya, kalau sebagian besar masyarakat setempat memakai mesin sendiri. Itupun hanya di nyalakan mulai pukul 08.00 sampai 11.00 sisanya hidup dalam kegelapan.
Sedangkan pada aspek infrastruktur pelabuhan atau dermaga motor sendiri, berdasarkan konfirmasi media ini dengan ketua Rt 001. Bapak Juri, terungkap bahwa, dermaga benjina adalah aktivitas utama berbagai motor laut untuk melayani jasa penumpang maupun aktifitas perdagangan antara desa dengan desa, mapun desa dengan kota Dobo.
Akan tetapi, setiap pergantian Bupati tidak pernah ada niat baik dari Bupati tersebut untuk memperbaiki Dermaga itu.
“kami pernah bertatap muka dengan Bupati alm Thedi Tengko, pada saat itu Pa Thedi mencalonkan diri untuk maju Bupati dan beliau janji untuk membangun dermaga di benjina namun tidak realisasi”.Jelasnya
Sehingga ketua Rt dan nelayan di sekitar pelabuhan tersebut mengharapkan kepada Bupati yang terpilih nanti pada 9 desember yang akan datang dapat menuntaskan masalah ini, karena dermaga yang terbuat dari kayu saat ini adalah dermaga swadaya sendiri dari masyarakat nelayan setempat.(BN-04)
