![]() |
| Ilustrasi Musyawara Besar |
Namrole, Bedah Nusantara.com: Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Maluku akan digelar 18-19 Agustus 2015 di Lapangan Merdeka, Kota Ambon.
Dalam rangka mensukseskan kegiatan dimaksud, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Maluku bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat
dan Pemerintahan Desa Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar Sosialisasinya di Kabupaten Bursel.
Sosialisasi itu dipusatkan di Ruang Aula Kantor Bupati Bursel, Jumat, 10 April 2015 dan dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Bursel, Johanis Lesnussa dan
menghadirkan dua orang pemateri yang adalah staf pengajar pada Unpatti Ambon, yakni Johanis Leatemia dan Jusuf Madubun dan dipandu langsung oleh Kepala Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bursel selaku Moderator.
Lesnussa ketika membaca sambutan Bupati Kabupaten Bursel, Tagop Sudarsono Solissa mengatakan musyawarah merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan, karena
musyawarah merupakan suatu hal yang sangat penting dan strategis pada berbagai tugas dan tanggung jawab dalam mengambil suatu keputusan bersama untuk mencapai mufakat
atau tujuan bersama.
“Rencana sosialisasi kegiatan Mubes Masyarakat Maluku yang sedang proses dan akan dilaksanakan kedepan, merupakan sebuah ide serta gagasan Pemerintah Daerah Provinsi
Maluku dalam rangka membentuk masyarakat Maluku yang berkualitas dan sejahtera dalam menghadapi era pasar bebas memasuki Asean Economi Community atau masyarakat
Ekonomi Asean mengingat Provinsi Maluku sebagai daerah kepulauan yang mesti menjadi ‘Poros Maritim’ memegang peranan penting dan sangat strategis berdasarkan pemikiran
pengembangan kawasan pasifik,” katanya.
Menurutnya, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia wilayah Provinsi Maluku, Kabupaten Bursel sebagai daerah otonom baru yang memiliki kemajemukan dan
memberikan ruang dan selalu berupaya untuk membentuk tatanan kehidupan yang lebih baik kedepan.
“Oleh sebab itu, saya berharap agar melalui sosialisasi kegiatan Mubes Masyarakat Maluku kita dapat menyatukan visi dan misi kita dalam menjawab berbagai kebutuhan
strategis pada berbagai aspek,” pintanya.
Sebab, katanya lagi, disadari sungguh bahwa, seperti daerah lainnya Kabupaten Bursel juga memiliki berbagai sumber daya alam dan posisi kepulauan yang sangat strategis
dan tak kalah penting dengan daerah lain.
Olehnya itu, dalam proses pengelolaan disadari sungguh sumber daya manusia yang dimiliki saat ini belum mampu untuk mengelolanya secara baik.
Untuk itu, dengan adanya persaingan saat ini, kita dituntut harus mampu bersaing dalam menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal.
“Saya berharap, produk utama Sosialisasi Kegiatan Mubes Masyarakat Maluku akan menjadi pedoman bagi segenap masyarakat Maluku khususnya masyarakat Buru Selatan ketika
bergerak dan berpartisipasi di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, agar kebijakan dan tujuan kerja yang ditetapkan dalam sosialisasi ini dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, maka diperlukan
perumusan yang realitas, aplikabel dan visioner sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh peserta sosialisasi.
Menghadapi berbagai perubahan perkembangan dan persaingan yang semakin ketat saat ini, lanjutnya, sudah semestinya berbagai langkah kongkrit yang dilakukan oleh
pemerintah Provinsi Maluku dan ditindak lanjuti Kabupaten/Kota, dengan perencanaan strategis bagi masyarakat Maluku agar dapat memahami betapa pentingnya perkembangan
yang semakin pesat.
Sebab, katanya, dalam upaya mewujudkan masyarakat Maluku yang berkualitas dan sejahtera tidak terlepas dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam konteks masyarakat
Maluku yang memiliki kemampuan (skill), itu berarti bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota semata, tetapi menjadi tanggung jawab
masyarakat Maluku secara umum.
Sementara itu, Leimena dan Madubun diselah-selah sosialisasi itu mengatakan tujuan akan dilaksanakannya Mubes tersebut antara lain: Pertama, Mengkonsolidasikan wawasan
‘Ke-Maluku-an’ dalam realitas ke-Bhinekaan NKRI; Kedua, Memperjuangan keadilan dalam pengelolaan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik yang
mengedepankan prinsip keberagaman (desentralisasi asimetris); dan Ketiga, Merumuskan pokok-pokok pikiran untuk mempersiapkan calon pemimin nasional yang berasal dari
Maluku.
Dimana, output yang diharapkan dari pelaksanaan Mubes dimaksud ialah : Pertama, Terciptanya suatu kesatuan pikir dan tindak dalam memahami Maluku dengan berbagai
permasalahannya; Kedua, Deklarasi perjuangan masyarakat Maluku untuk mewujudkan kesamaam kedudukan dan keadilan dalam pengelolaan kekuasaan negara; dan Ketiga,
Terciptanya suatu mekanisme proses penjaringan Putra-Putri Maluku terbaik untuk duduk dalam pengelolaan penyelenggaraan kekuasaan negara.
Dijelaskannya lagi, kegiatan Mubes itu akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti : Seminar Nasional, Orasi Politik antar generasi, Musyawarah, Pembacaan
Deklarasi dan Pagelaran Budaya Maluku.
Sedangkan, lanjut mereka, kegiatan yang akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon itu akan menghadirkan peserta yang terdiri dari Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi
Maluku, Pimpinan dan Anggota DPRD Kab/Kota se-Maluku, Anggota DPR dan DPD RI asal Dapil Maluku, Anggota DPR dan DPRD asal Maluku dari Dapil lain, Pimpinan perguruan
Tinggi se-Maluku, Pimpinan Latupati se-Maluku, Pimpinan Ormas se-Maluku, Pimpinan Paguyuban Maluku dari berbagai Provinsi dan Pimpinan LSM. (BN-09)






