![]() |
| Enrico Matitaputty |
Ambon, Bedahnusantara.com: Lokasi Ruas Jalan Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Nona, mengalami longsoran yang sangat memprihatinkan dan membahayakan masyarakat yang melintasi lokasi ruas jalan tersebut.
Berdasarkan pemantauan Media Online Bedahnusantara.com dilokasi, terlihat sangat memperihatinkan bahkan sangat berbahaya bagi masyarakat yang menggunakan ruas jalan tersebut, misalnya Angkutan umum trayek Gunung Nona Ambon dan juga masyarakat yang bermukim diseputaran lokasi Keramat Jaya dan Daerah Stasiun RCTI.
Jacky Tentua salah seorang tokoh Pemuda yang berdomisili di keramat Jaya kepada media ini mengatakan, dirinya sangat berharap agar persoalan ini secepatnya dapat ditangani oleh pihak terkait.
Menanggapi Persoalan dimaksud Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon, Enrico Matitaputty mengatakan, pihaknya telah melakukan survey dan tinjauan langsung kelokasi kejadian serta telah memerintahkan bawahannya agar sesegara mungkin dilakukan perhitungan perkiraan besaran kerusakan yang terjadi dilokasi.
” kami sudah meninjau kelokasi kejadian dan saya juga telah memerintahkan anak buah agar segera menghitung kerusakan tersebut yang kemudian akan diambil langkah penanganan serta langkah-langkah lainnya termasuk pengusulan anggaran ke DPRD agar dapat segera diperbaiki” ungkap Matitaputty kepada media ini diruang kerjanya.
Lebih lanjut diterangkan Enrico, bahwa pihaknya akan berjuang keras agar persoalan tersebut segera dapat ditangani baik lewat kordinasi dengan dinas lainnya seperti Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Ambon dan juga perjuangan secara anggaran.
” saya sudah berkordinasi dengan pihak terkait lainnya, salah satunya adalah BNPB Kota Ambon, untuk nantinya dapat diambil langkah penanganan tanggap Darurat lebih dahulu dilokasi kejadian agar tingkat kerusakan tidak semakin parah dan meluas, langkah awalnya adalah dengan memasang terpal agar mengurangi pengikisan tanah, dan yang selanjutnya membuat dinding penahan darurat dengan cara membangun tembok dari pasir dan karung” Terangnya.
Enrico menegaskan, segala proses yang nantinya dilakukan baik itu lewat langkah tanggap darurat ataupun langkah teknis lainnya, akan dilakukan semaksimal mungkin guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ada dilokasi kejadian.
” Saya bersama tim telah menghitung besaran anggaran yang diperlukan dan kami akan memperjuangkan persoalan ini dengan semaksimal mungkin di DPRD, mulai dari pengusulan di APBD Perubahan 2018, hingga di APBD murni 2019, dan saya berharap jika nantinya ada langkah penanggulangan secara darurat dilokasi. masyarakat yang ada juga dapat turut membantu dan menopang proses dimaksud” Tandasnya. (BN-08)






