![]() |
| Malam Penobatan Duta Bahasa Provmal |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Kantor Bahasa Provinsi Maluku menggelar malam penobatan duta bahasa Provinsi Maluku.
Pemerintah Kota Ambon sangat memberikan apresiasi terhadap pemilihan Duta Bahasa di Provinsi Maluku. yang diprakarsai oleh Kantor Bahasa Maluku, dan diiukuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Maluku.
Hal ini diungkapkan Staf Ahli Wali Kota Ambon, Jhon Tupan saat membacakan sambutan tertulis Sekretaris Kota Ambon, AG. Latuheru di Marina Hotel.
Dikatakan, pemilihan duta bahasa Maluku bernilai strategis dalam mengubah paradigma dan cara pandang generasi muda kita terhadap bahasa Indonesia, dimana generasi muda kita sering menganaktirikan bahasa indonesia yang biasa dikatakan sebagai satu bahsa yang kurang gaul.
Sebagai akibatnya bahsa bahasa asing jauh lebih diutamakan, Bahasa Indonesia bukan sekedar satu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi sematam melainkan adalah satu alat yang bahkan sejak zaman penjajahan Indonesia oleh bangsa0-bangsa asing, digunakan sebagai satu senjata untuk membangkitkansemangat juang para pahlawan dari seluruh penjuru tanah air.
Lebih jauh dijelaskan, Duta Bahasa memiliki tugas mulia, duta Bahasa Maluku memiliki tugas mulia, Duta bahasa memiliki andil dan peran yang strategis dalam melestarikan bahasa Indonesia, melalui pelibatan dalam penentuan kebijakan-kebijakan tentang kenajuan bahasa kebijakan tentang kemajuan bahasa Indonesia dan pemberantasan buta bahasa Indonesia, dalam melakukan kampanye sadar berbahasa Indonesia yang baik dan benar baik secara lisan dan tulisan.
Sementara itu, Kepala kantor Bahasa Maluku, Asrief menjelaskan, kegiatan pemilihan duta bahasa ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksankan dengan tujuan untuk menghimpun para pemuda dan membekali tentang bagaimana menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa daerah tetap lestrari dan di era globalisasi perlu juga menguasai bahasa asing.
Pemilihan Duta bahasa sendiri diseleksi secara bertahap dan ketat terutama pada tahapan uji kemahiran Berbahasa Indonesia (UKB) selama ini masalah kita adalah,dicampur baukan, padahal sesuai dengan konteksnya bahasa bergaulan internasional hariuslah digunakan sebagai bahasa komunikasi antar bangsau oleh dua orang yang berbeda bangsa, begipun dengan bahasa Indonesia antar suku bangsa, dan bahasa Daerah digunakan antar anak negeri.
“Faktnya justru bahasa daerah kita dihilangkan sedangkan banyak orang semakin berlomba-lomba untuk menggunakan bahasa Asing. masalah itu yang biasanya terjadi di kalangan anak muda. mereka itulah yang kami panggil. dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan bahasa dalam komteksnya masing-masing,” jelasnya.
Asrief menjelaskan, bahasa negara adalah simbol negara, identitas kita, semua itu perlu disadarkan kepada anak muda.
Dikatakan, memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa di ruang publik, memastikan bahasa daerah itu tepat, keduanya bisa hidup bersamaan, yang terpenting perlu menempatkan bahasa sesuai dengan yang sepentasnya.jangan saling membunuh karena memiliki kekuatan yang sama.
Pemerintah daerah sendiri belum punya aksi nyata terhadap penggunaan bahasa ini, hanya baru dalam tulisan.(BN-O2)
