30 Peserta Ikut Malam Pemilihan Duta Bahasa Provmal

Penobatan%2BBahasa
30 Peserta Ikut Malam Pemilihan Duta Bahasa Provmal

Ambon, Bedah Nusantara.com: 30 Peserta ikut malam pemilihan duta Bahasa Provinsi Maluku yang dilaskanakan Kantor Bahasa Provinsi Maluku.

Kepala kantor Bahasa Maluku, Asrief mengatakan, untuk membangkitkan minat generasi muda dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mencari tunas muda yang mampu berbahasa Indonesia, berbahasa daerah, dan berbahasa asing, Kantor Bahasa Provmal melaksanakan.

“Pemilihan duta bahasa Provinsi Maluku merupakan kegiatan tahunan yang dilaksankan dengan tujuan untuk menghimpun para pemuda dan membekali tentang bagaimana menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa daerah tetap lestrari dan di era globalisasi perlu juga menguasai bahasa asing,”ujarnya kepada wartawan disela-sela malam penobatan duta bahasa Provinsi Maluku yang berlangsung Kamis (18/5) di Hotel Marina.

Pemilihan Duta bahasa yang dilaksanakan Kantor Bahasa Maluku melalui proses seleksi dimana, terdapat 91 peserta yang mendaftar, namun 74 peserta yang mengiukuti proses pemberkasan setelah itu dilakukan Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKB) atau tufel Bahasa Indonesia diperoleh 30 peserta dan akan disaring 3 peserta sebagai finalis dan juara favorit.

“Kita lakukan tes secara bertahap sesuai prosedur yang ditetapkan, hanya saja kita hilangkan untuk menetapkan tinggi dan penampilan yang dimiliki oleh para peserta,”paparnya.

Selama ini kata dia, bahasa sering dicampur adukan karena, bahasa indonesia sebagai bahasa negara, bahasa daerah dan bahasa asing sebagai bahasa komunikasi antara dua orang yang berbeda sering disalahgunakan. padahal lanjut dia, bahasa Indonesia harus digunakan sebagai bahasa persatuan menjadi salah satu pengikat keragaman suku bangsa dalam semangat kebangsaan Indonesia.

“Sesuai fakta justru bahasa daerah kita dihilangkan sedangkan banyak orang semakin berlomba-lomba untuk menggunakan bahasa asing, masalah ini yang saat ini terjadi di kalangan anak muda.

 mereka itulah yang kami panggil agar, dapat diajarkan cara penggunaan bahasa dalam komteks masing-masing daerah,” jelasnya.

Dia mengakui, Bahasa Indonesia akan tetap menjadi bahasa di ruang publik dan bahasa daerah dapat digunakan dalam waktu yang tepat, sehingga kedua bahasa dapat hidup bersamaan.

“Yang terpenting kita perlu menempatkan bahasa sesuai dengan yang tempatnya, jangan saling membunuh karena memiliki kekuatan yang sama,” akuinya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Wali Kota Ambon Jhon Tupan menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi terhadap pemilihan Duta Bahasa Provinsi Maluku yang diprakarsai oleh Kantor Bahasa Maluku dan diiukuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Maluku.

“Pemilihan Duta Bahasa Maluku bernilai strategis dalam mengubah paradigma dan cara pandang generasi muda kita terhadap bahasa Indonesia, dimana generasi muda kita sering menganaktirikan bahasa indonesia yang biasa dikatakan sebagai satu bahsa yang kurang gaul, sebagai akibatnya bahsa bahasa asing jauh lebih diutamakan,”ungkapnya,

Dia menambahkan, Bahasa Indonesia bukan sekedar satu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi sematam melainkan adalah satu alat yang bahkan sejak zaman penjajahan Indonesia oleh bangsa-bangsa asing, digunakan sebagai satu senjata untuk membangkitkansemangat juang para pahlawan dari seluruh penjuru tanah air, karena itu Duta Bahasa memiliki tugas mulia, duta Bahasa Maluku memiliki tugas mulia.

“Duta bahasa memiliki andil dan peran yang strategis dalam melestarikan bahasa Indonesia, melalui pelibatan dalam penentuan kebijakan-kebijakan tentang kenajuan bahasa kebijakan tentang kemajuan bahasa Indonesia dan pemberantasan buta bahasa Indonesia, dalam melakukan kampanye sadar berbahasa Indonesia yang baik dan benar baik secara lisan dan tulisan,”harapnya. (BN-O2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan