Loilatu-Pesilete Pimpin PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel

MUSDA%2BI%2BMUHAMMADIYAH%2BKABUPATEN%2BBURSEL%2B(3)

Namrole, Bedah Nusantara.com:  Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Abdul Muin Loilatu ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bursel dalam Musyawarah Daerah (Musda) I Muhammadiyah Kabupaten Bursel, Sabtu, 9 Mei 2015.

Loilatu yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Bursel ini akan menjalankan roda organisasi PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel bersama Abdul Razak Pesilete selaku Sekretaris Umum PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel dan Ahmad Sahubawa yang mengisi posisi Bendahara Umum PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel.

Pesillet adalah mantan anggota Komisioner  KPU Kabupaten Bursel.Sedangkan, Sahubawa saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Keuangan Kabupaten Bursel.

Musda I Muhammadiyah Kabupaten Bursel itu dipimpin langsung oleh Amrullah Lubis, Caretaker PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel dan Idris Loilatu, Kepala Bidang pada BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Bursel sebagai Pimpinan Sidang.

Selain menggelar pemilihan Pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel,Musda I itu pun turut diwarnai dengan kegiatan Dialog yang digagas oleh PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bursel dibawa pimpinan Robo Souwakil selaku Ketua Umum PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bursel.

Dalam Dialog itu, Abdul Muin Loilatu yang juga mantan Ketua DPD IMM Maluku bertindak sebagai moderator dialog dan menghadirkan anggota Komisioner KPU Provinsi Maluku, Rifan Kubangun yang membawa materi tentang Pilkada Serentak Menuju Kepemimpinan Nasional dan Caretaker PD Muhammadiyah Kabupaten Bursel membawa materi tentang Good Govermance.

Musda I dan dialog itu turut dihadiri oleh Asisten I Setda Kabupaten Bursel Benadus Waemesse, para anggota DPRD Bursel, para pimpinan SKPD dan pimpinan OKP serta Ormas di Kabupaten Bursel.

Asisten I Setda Kabupaten Bursel, Bernadus Waemesse ketika membaca sambutan Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Solissa mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kegiatan Musda I ini.

“Hal ini mengindikasikan bahwa Muhammadiyah Kabupaten Bursel telah berada pada jalur pengembangan organisasi yang baik, ditandai dengan terlaksananya Musyawarah Daerah sebagai sebuah mekanisme organisasi untuk memantapkan gerakan dan memadukan kesepahaman, baik melalui restrukturisasi organisasi maupun penyusunan rencana kerja kedepan,”katanya.

Menurutnya, sekalipun organisasi ini terbilang memiliki usia yang masih dini untuk wilayah Kabupaten Bursel, namun berdasarkan informasi yang diterima bahwa Muhammadiyah Kabupaten Bursel cukup berkembang dan semakin menunjukkan esksistensinya terhadap umat islam di Kabupaten Bursel dan komponen bangsa lainnya, khususnya di bidang dakwah.

Dimana, lanjutnya, sebagaimana diketahui bahwa Muhammadiyah dalam usianya satu abad telah banyak mendirikan taman kanak-kanak, sekolah,perguruan tinggi, rumah sakit, balai pengobatan, panti asuhan, usaha ekonomi dan amal usaha lainnya.

Selain itu, Muhammadiyah juga membangun mesjid, musholla, melakukan langkah-langkah dakwah dalam berbagai bentuk kegiatan pembinaan umat yang meluas di seluruh pelosok tanah air.

“Muhammadiyah bahkan tak pernah berhenti melakukan peran-peran kebangsaan dan peran-peran kemanusiaan dalam dinamika regional,nasional dan global. Kiprah Muhammadiyah tersebut menunjukkan bukti nyata kepada masyarakat bahwa gerakan islam yang diembannya bersifat amaliah untuk kemajuan dan pencerahan yang membawa pada kemaslahatan
masyarakat yang seluas-luasnya,” ungkapnya.

Diselah-selah kesempatan itu, dirinya turut menyampaikan agar seluruh jajaran pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Bursel tetap focus pada visi dan misi organisasi.
Dimana, dirinya menghendaki agar anggota Muhammadiyah Kabupaten Bursel melakukan optimalisasi peran organisasi,khususnya peran aktif Muhammadiyah sebagai elemen penting membangun daerah sehingga menjadikan Muhammadiyah secara institusional sebagai salah satu agen pertumbuhan pembangunan di daerah.

“Perlu saya garis bawahi bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menjadi tuntutan berbagai pihak membutuhkan sinergitas seluruh stakeholder dan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata,” ujarnya.

Pada era keterbukaan dan desentralisasi saat ini pemerintah  lebih berperan sebagai fasilitator, regulator dan dinamisator dalam pembangunan terlebih ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

“Saya mengingatkan bahwa factor kunci keberhasilan pembangunan di daerah sangat ditentukan pula oleh kesiapan seluruh komponen masyarakat, termasuk Muhammadiyah untuk melakukan perubahan mendasar dalam memberdayakan diri, serta bergerak secara dinamis dan sinergis guna menggerakan seluruh sumber daya yang dimiliki bagi peningkatan
kapasitas pembangunan di daerah,” ungkapnya.

Dirinya pun menghimbau agar Muhammadiyah bersedia membangun komitmen bersama serta hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat lainnya yang dilandasi sikap saling percaya serta didasarkan pada keihklasan dalam mengembang sinergitas hubungan yang merupakan elemen dasar dalam pembangunan daerah.

“Dakwah adalah sebuah tugas mulia, sebagai wujud tanggung jawab kita sebagai umat islam, dan hal ini juga selaras dengan konteks berbangsa bahwa pada dasarnya Negara juga mengamanahkan kepada kita sebagai warga Negara memiliki tanggung jawab social untuk saling menolong dalam kebaikan,” tandasnya.

Karena itu dirinya berpendapat bahwa upaya membangun persatuan umat dengan melakukan komunikasi intelektual, spiritual dan sosial antara sesama sehingga tujuan agama dan tujuan soaial dapat terwujud dengan baik, dan tak kalah pentingnya, bahwa syiar islam dalam menyebarkan pemahaman islam yang benar harus dibangun diatas persatuan umat dan ukhuwah islamiyah yang dilandasi semangat islam sebagai rahmatan lilalamin.

Pada kesempatan itu dirinya turut menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus dan simpatisan, serta keluarga Muhammadiyah Kabupaten Bursel atas segala kontribusi yang telah diberikan, khususnya pembangunan di bidang keagamaan.

“Saya berharap kehadiran Muhammadiyah dengan berbagai kegiatan social dan religinya akan mampu mendorong program pemerintah dan tentunya dapat terus bersinergi untuk mewujudkan visi Kabupaten Bursel,” harapnya. (BN-09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan