Ambon, Bedahnusantara.com: Walikota Ambon Richard Louhenapessy pada Rabu 10/06/2020 di balai kota Ambon menegaskan bahwa mengenai penangaan covid-19 diwilayah kota Ambon oleh pemerintah kota Ambon.
![]() |
| Lapalelo: Kami Sementara Lakukan Survey, Biarkan Saja Rakyat Yang Menilai |
“Dari hasil survey yang dilakukan, kota Ambon merupakan salah satu kota terbaik dalam pelayanan pembagian bantuan bagi warga yang berdampak langsung akibat pandemi covid-19, hal ini dikarenakan data yang dimiliki oleh pemerintah kota Ambon sangat lengkap yakni by name by address mulai dari tingkat kelurahan hingga desa,” Demikian ditegaskan Walikota Ambon.
Polemik terkait peryataan walikota Ambon bahwa, Kota Ambon menjadi salah satu kota terbaik dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat lewat hasil survey kian meningkat.
Menanggapi persoalan tersebut Edison Lalapelo, selaku pengamat Politik dan Peneliti dari Parameter Research dan Consultant yang dimintai tanggapannya oleh Bedahnusantara.co mengungkapkan;
” kami sama sekali tidak bisa menanggapi hal tersebut, sebab kami sedang dalam tahapan survey dan kami belum memiliki data yang pasti terkait hal tersebut,” Kata Lapalelo.
Diterangkannya, secara Nasional kami dari Parameter Research dan Consultant sementara berkonsentrasi untuk melakukan kajian dan riset terkait dengan kesiapan masyarakat untuk memasuki era New Normal dan juga terkait ketepatan atau tidak tepat penyaluran bantuan kepada masyarakat oleh pihak pemerintah.
” kami dari Parameter Research dan Consultant hingga saat ini secara Nasional sedang melakukan Survey dengan metodelogi by Phone. Kami di Maluku juga sedang melakukan survey dengan metodelogi By phone di 10 Kabupaten/Kota, yang ditunjang oleh para relawan kami yang ada di Kabupaten tersebut. Sedangkan untuk Kota Ambon, kami melakukan survey dengan merodelogi wawancara tatap muka sambil tetap menjalankan protokol kesehatan, dan survey kami baru saja kami laksanakan di hari senin kemarin,”.
Sebab dalam survey yang kami lakukan ini, kami menargetkan untuk memperoleh data yang akurat, mulai dari tingkat desa hingga yang palinng tinggi secara berjenjang.
” Sehingga soal hasil survey tersebut (peryataan Walikota Ambon) dengan pasti dapat kami sampaikan bahwa itu bukanlah hasil survey dari kami, akan tetapi mungkin bisa hal itu adalah hasil survey dari lembaga yang lain,” Jelas Lapalelo.
Sebab saya juga membaca data hari ini dari teman-teman kami lembaga survey lain seperti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Repro Survey, memang hari ini mereka telah melakukan survey. Akan tetapi survey yang mereka lakukan itu adalah terkait dengan kinerja pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam penanganan Covid-19.
” Misalnya hasil Survey SMRC terkait Covid-19 bahwa, Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Pak Ganjar Pranowo sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemi Covid-19, sementara dari Repro Survey menempatkan Jawa Barat yang dipimpin oleh Pak Ridwan Kamil sebagai Provinsi terbaik dalam menangani Covid-19. Sehingga terkait peryataan Pak Walikota bahwa Kota Ambon sebagai salah satu kota terbaik dalam hal penyaluran, bagi kami hal itu tidaklah menjadi persoalan sebab kami tidak bisa mengometari atau menjustifikasi hal ini benar atau salah, karena kami sementara melakukan survey,” terang Lapalelo.
Oleh sebab itu kata Lapelelo, untuk persoalan ini ada baiknya jangan kami atau saya yang mengomentari sebab, kami sementara melakukan survey. jadi biarlah nanti masyarakat saja yang menilai dan memberikan tanggapan terkait pernyataan ini, apakah benar kota ambon menjadi salah satu kota terbaik dalam hal penyaluran bantuan.
Akan tetapi jika hal yang disampaikan itu benar, maka kami juga akan sangat bersyukur. Sebab kami juga berharap agar Kota Ambon dapat menjadi percontohan dalam penanganan Covid-19 dan ketepatan dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Dengan demikian kami ingin menyampaikan bahwa kami sementara fokus untuk mendapatkan data yang akurat terkait ketepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat oleh pemerintah, sebab hal ini kami lakukan atas dasar banyaknya masukan dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat kepada kami, bahkan pak Walikota juga sendiri mengakui bahwa data pemerintah Kota soal bantuan BST kacau balau.
” Karena itu sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa kami tidak bisa memberikan komentar terkait hasil survey yang disampaikan oleh Walikota Ambon tersebut, olehnya biarkanlah nanti masyarakat saja yang memberi penilaian atas hasil survey tersebut. Dan jika hasil itu benar maka kami turut senang, sebab dengan demikian hal tersebut menjadi bukti bahwa semua masukan dan koreksi dari kami kepada pihak pemerintah Kota Ambon, telah diperhatikan dan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya,” Tandasnya.(BN-08)






