![]() |
| Komite Sekolah SMP Negeri 6 Ambon, Diminta Dibubarkan |
Ambon, Bedah Nusatara.com: Komite sekolah adalah lembaga bentukan pihak sekolah yang melibatkan beberapa stakeholder dari luar pihak sekolah, dengan maksud membantu pihak sekolah dalam mengupayakan berbagai sumbangsi dan bantuan demi menunjang mutu pendidikan pada sekolah tersebut.
Akan tetapi apakah jadinya, jika kemudian Komite sekolah malah menjelma menjadi layaknya penagih pajak kepada orang tua murid dengan berbagai dalil, yang kemudian dicoba untuk dipaksakan kepada setiap orang tua siswa.
Hal tesebut disampaikan oleh sejumlah orang tua wali murid dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Ambon, kepada media Bedah Nusantara.com pada rabu (10/8) diambon.
Menurut para wali murid, Pihak orang tua murid selalu berpendapat yang baik terhadap lembaga yang disebut Komite sekolah, sebab dalam berbagai pertemuan dengan mereka (para wali murid) pihak Komite sekolah selalu menjelaskan hal-hal yang luar biasa dan berbagai program yang indah-indah demi menarik dukungan para orang tua wali murid. akan tetapi dalam perjalanannya, ternyata semua program dan penjelasan dari pihak Komite sekolah hanyalah isapan jempol semata dan yang kemudian menjadi korban pemerasan dan pembiayaan adalah orang tua wali murid.
” setiap kami rapat dengan pihak sekolah dan komite sekolah, selalu saja ada penjelasan dari kebijakan dan program komite sekolah, yang mengatakan akan membantu pihak sekolah dalam menunjang majunya mutu pendidikan disekolah ini (SMP Negeri 6 Ambon), akan tetapi yang pada kenyataanya adalah bahwa pihak orang tua muridlah yang akan selalu menanggung beban itu”. Jelas para Wali Murid
Salah seorang orang tua murid, bernama Ibu Ema mengatakan, ” katong dalam beberapa bulan ini saja sudah kasih keluar uang lebih dari satu juta, demi membayar akan berbagai hal tuntutan sekolah yang pake nama Komite sekolah, contohnya, beberapa bulan yang lalu katong orang tua baru rapat dan ditetapkan bahwa akan ada pembiaayaan untuk membeli komputer bagi siswa, sehingga katong orang tua mesti kumpul uang sekitar Rp.200 Ribu per siswa, eh katong pikir itu sudah terakhir, ternyata kemarin-kemarin pas ada pengambilan Raport, katong kombali ditagih uang Rp.200 Ribu lagi katanya for bayar uang komite, dan mau beli komputer lagi. jadi kira-kira katong orang tua mau barapa kali kumpul uang for bali akang komputer itu?”. Tanya Ibu Ema
Disisi lain, salah seorang wali murid berinisial A.L, mengatakan ” setiap terima rapot ada saja penagihan dari pihak sekolah, dan beta ini hanya Ibu rumah tangga,beta suami hanya tujang becak, jadi kira-kira jika beta punya anak dua orang yang sekolah di SMP 6, lalu kalau satu kali donk bayar uang Rp.200 Ribu per siswa, lantas katong dirumah makan apa lai ?, balom lagi yang beta dengar penagihan ini akan berlangsung sampai anak-anak ini lulus dari sekolah itu baru stop penagihan, lalu kira-kira katong orang tua murid musti pancuri par bayar akang uang-uang itu kah bagaimana?” tegasnya
Sehingga para wali murid menyatakan adalah kalau bisa komite sekolah ini dibubarkan saja, karena keberadaan komite sekolah bukan membantu para orang tua murid dan para murid, akan tetapi hanya memberatkan para orang tua murid dengan tagihan-tagihan mereka (Komite Sekolah). (BN-07)
