Banyak Pungutan Yang Memberatkan, Kepsek SMP Negeri 6 Ambon Diminta Diefaluasi

Kepsek SMP Enam Diminta Diefaluasi
Banyak Pungli Disekolah, Kepsek SMP  6 Ambon Diminta Diefaluasi

Ambon, Bedah Nusantara.com: Sekolah merupakan tempat menempuh pendidikan yang kemudian akan menjamin keberlangsungan masa depan seseorang, dan demi mencapai apa yang diimpikan serta cita-cita maka setiap orang kemudian menempuh jenjang pendidikan demi tewujudnya segala impian tersebut.

Oleh karena Indonesia Demokratis yang sedang berkembang menuju Negara yang sejahtera, adil dan makmur, maka demi mewujdkan terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas dan juga bermartabat, maka Pemerintah pun turut serta mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat UUD 1945 Negara Repoblik Indonesia. dengan memberikan berbagai topangan material dan dana demi membantu generasi penerus bangsa yang berasal dari keluarga kurang mampu tetapi memiliki keinginan yang tinggi agar dapat bersekolah.

Hal tersebut juga tertuang dalam berbagai program pemerintah, berupa penuntasan buta huruf, serta barbagai program mencerdaskan generasi penerus bangsa lainnya.

Akan tetapi apakah jadinya jika ternyata lembaga pendidikan milik pemerintah dan swasta, yang didirikan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan generasi penerus Bangsa, malah menjadi layaknya rentenir dan lintah darat yang menguras habis sumberdaya yang dimiliki oleh orang tua dari para generasi bangsa ini.

Hal inilah yang disesalkan oleh sejumlah orang tua murid pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Ambon. mereka merasa sangat dibebankan dan seolah diperas dengan sangat luar biasa oleh pihak guru dan para pihak yang mengatas namakan lembaga pendidikan SMP Negeri 6 Ambon.

Kepada media Bedah Nusantara.com mereka mengatakan, selama ini dunia pendidikan telah begitu banyak mendapat bantuan dari pemerintah dalam menopang dan menunjang dunia pendidikan, akan tetapi mengapa mereka (para orang tua siswa), masih saja diperas dan dibebani dengan berbagai tuntutan biaya yang terkadang diluar kemampuan mereka, yang notabene berasal dari keluarga kurang mampu dan pra sejahtera.

” kami ini sangat tahu, bahwa pendidikan itu tidak ada yang murah, akan tetapi pihak sekolah terutama para guru itu juga mesti memahami kondisi kami selaku orang tua murid. yang mana sebagian besar dari kami adalah orang tua dengan latar belakang ekonomi pas-pasan bahkan tidak jarang berkekurangan, sehingga jika tiap hari selalu dibebani dengan berbagai biaya yang diluar kewajaran  tentunya akan sangat memberatkan kami” Jelas Orang Tua siswa berinisial A.M yang beralamat di Latuhalat

Disamping itu juga, sejumlah orang tua murid merasa kesal atas tindakan para guru mata pelajaran yang sering meminta berbagai dana, dengan dalil yang terkadang dapat dinilai sebagai bagian dari akal-akalan para guru semata yang ingin mencari pendapatan tambahan.

” beta ini seorang Ibu, beta nama Ibu ema beta tinggal dimahia dan setiap hari beta berjualan buah-buahan hasil kebun disepanjang kota Ambon ini, demi membiayayai uang sekolah dan segala tuntutan para guru yang selalu mengatas namakan pendidikan dan sekolah, padahal dorang (para guru SMP Negeri 6 Ambon), tidak pernah berfikir bagaimana susahnya mencari uang, bahkan kalo musim hujan seperti yang kemarin-kemarin lokasi digunung itu jalannya rusak dan beta pung anak-anak dan dia teman-teman terpaksa naik ojek par pigi skolah, dan biasanya itu harga 30 Ribu sampai 50 Ribu, belum lagi nanti kalo dong pulang sekolah. para guru tidak pernah memikirkan hal itu ya? tanya Ibu ema kesal”.

Salah seorang bapak berinisial B.G, yang juga orang tua murid mengatakan, ” beta yang pegawai saja tiap saat harus dengar beta anak minta uang ini dan itu dari beta dan maitua (Istri), beta terkadang sampai marah dan bentak beta anak, karena beta merasa para guru yang ada di SMP Negeri 6 Ambon sudah keterlaluan dalam memintakan uang dengan dalil yang macam-macam rupanya. padahal bata punya ipar yang ada didinas pendidikan kota Ambon mengatakan, dana yang diterima sekolah itu dari pemerintah sudah dangat banyak, lalu pertanyaannya mengapa masih saja ada guru yang minta uang dari para orang tua murid sampai-sampai menyusahkan orang tua yang bisa dikatakan banyak yang berlatar belakang orang kurang mampu atau pas-pasan.”.

Sehingga para wali murid ini, mengharapkan agar pihak Dinas pendidikan Kota Ambon dapat memperhatikan akan hal ini, bila perlu memutasikan saja para guru yang suka memakai berbagai dalil kegiatan dan modul atau berbagai alasan lainnya, yang ujung-ujungnya hanya untuk memeras orang tua murid.

” kami minta pihak Dinas pendidikan Kota Ambon dapat melihat hal ini, dan kemudian mengambil tindakan, selain itu kami berharap kepala sekolahnya juga dapat diefaluasi oleh Kadis Pendidikan, karna kami menilai beliau kurang bijaksana dan kurang tegas dalam menindak para guru yang selalu berulah dalam hal penagihan-penagihan liar yang menyusahkan orang tua murid”. Tegas mereka (BN-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan