Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Fenomena anak jalanan di Kota Ambon kembali mencuat setelah sejumlah anak ditemukan tidur di emperan pertokoan kawasan AY Patty, Senin (20/4). Kondisi ini memantik keprihatinan sekaligus menjadi peringatan keras bahwa persoalan sosial di pusat kota belum sepenuhnya tertangani.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon pun bergerak cepat. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penjangkauan dan mengevakuasi anak-anak tersebut dari jalanan. Mereka kemudian dibawa ke kantor Dinsos guna mendapatkan pembinaan dan pengarahan.
Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa (21/4/2026), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir keberadaan anak-anak yang hidup tanpa pengawasan di ruang publik.
“Begitu kami menerima laporan, petugas langsung turun. Anak-anak itu kami amankan dan dibawa ke kantor untuk dibina. Ini tidak bisa dibiarkan karena sangat berisiko bagi keselamatan dan masa depan mereka,” tegas Pelupessy.
Selama proses pembinaan, anak-anak tersebut diberikan edukasi tentang bahaya kehidupan jalanan, termasuk potensi kekerasan, eksploitasi, hingga pengaruh lingkungan negatif. Dinsos juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak.
Usai pembinaan, langkah tegas berikutnya diambil dengan mengembalikan anak-anak tersebut kepada orang tua masing-masing. Namun, Dinsos tidak sekadar menyerahkan, melainkan juga memberikan peringatan keras kepada keluarga agar lebih bertanggung jawab dalam pengawasan.
“Kami sudah kembalikan ke orang tua. Tapi kami ingatkan dengan serius, jangan sampai anak-anak ini kembali ke jalan. Ini tanggung jawab keluarga,” ujarnya.
Pelupessy juga menyoroti bahwa lemahnya pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor utama anak-anak terjerumus ke kehidupan jalanan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu masalah sosial yang lebih besar di kemudian hari.
Dinas Sosial memastikan akan meningkatkan intensitas patroli dan penjangkauan di titik-titik rawan, khususnya di pusat kota. Masyarakat juga diminta tidak tinggal diam, melainkan aktif melaporkan jika menemukan anak-anak yang berkeliaran atau terlantar di jalan.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa persoalan anak jalanan bukan sekadar isu sosial biasa, melainkan masalah serius yang membutuhkan ketegasan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. (BN Grace)





