![]() |
| Mahalnya Biaya SPP Di Unpatti |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Pendidikan adalah hak yang menjadi salah satu yang penting bagi semua manusia yang hidup didunia ini,tidak terkecuali semua anak yang ada di Maluku.
Pendidikan sangatlah menentukan akan jadi apa seseorang itu nantinya, dengan memiliki tingkat pendidikan yang baik, maka tentunya akan baik pula kehidupan seseorang.
Akan tetapi makin mahalnya biaya pendidikan di Indonesia dan di Maluku, tak jarang menjadi kendala yang sangat menghambat akan ketercapaian tingkat pendidikan yang baik bagi para generasi penerus bangsa yang ada di Maluku.
Universitas Pattimura, salah satu Universitas negeri yang ada dimaluku, ternyata telah melakukan kebijakan menaikan biaya perkuliahan di Tahun ajaran yang baru ini. kenaikan ini bagi sebagian kalangan dan orang tua cukup memberatkan mereka, apalagi dengan semakin mahalnya biaya kebutuhan pangan semakin membuat mereka merasa terbeban.
Salah satu tokoh pemuda,Ferry Kasale yang juga Wakil Ketua KNPI Kota Ambon kepada media mengungkapkan hal senada.”mahalnya biaya pendidikan di Universitas Pattimura sangat menyusahkan Mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah”.
Dikatakan Ferry,kenaikan biaya SPP yang mencapai Rp. 2.500.000 – 3.000.000 bagi mahasiswa baru Tahun ajaran 2015 dikampus kembangaan orang maluku itu sangat menyulitkan, sebab kenaikan harga SPP ini sangat drastis.
Kondisi ini sangatlah berlebihan jika dibandikangan dengan rasio pendapatan ekonomi rata-rata masyarakat di Maluku. Jika di lihat kebanyakan anak-anak yang masuk di Unpatti kebanyakan dari mereka yang orang tuanya berprofesi sebagai petani yang tersebar di wilayah maluku dengan kondisi geografis terbilang cukup rumit.
“Ini tentu sangat membebani orang tua mahasiswa,padahal Rektor Universitas Pattimura tau persis kondisi objektif masyarakat dimaluku.Akan tetapi mengapa hal ini tidak menjadi bahan pertimbangan sebelum kebijakan menaikan biaya SPP ini dilakukan”. terangnya
Sehingga sangatlah tidak logis jika kenaikan SPP ditekan naik sangat drastis. “Ini tidak manusiawi namanya, bagi saya harusnya rektor lebih berhati-hati dalam menetapkan besarnya kenaikan SPP agar tidak mempersulit anak-anak dari latar blakang orang tua tidak mampuh dapat melanjutkan kuliah di unpatti”.tambahnya
Ditambahkannya,kenaikan SPP dengan angka yang tinggi itu sangat tidak logis.Sementara dilain pihak jika dilihat dari angkah SPP unpatti yang mahal itu tidak berbanding lurus dengan rasio pelayanan mahasiswa dikampus itu.
“Ya, kita lihat saja kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler kampus yang harus di kelola oleh teman-teman mahasiswa di kampus baik di universitas/fakultas terkesan tidak ada sama sekali. Bahkan sarana dan prasarana perkuliahan juga sama sekali belum memadai sebagaimana layaknya kampus yang berakreditas “B”. ini sungguh sangat riskan dan tak rasional,Begitupun layanan dasar lainnya yang jika dilihat masih jau ketingalan dengan kampus-kampus negeri lainnya di negara ini”. Tegasnya
Oleh karena itu Kasale berpendapat,Rektor juga mesti menjelaskan ke publik soal kenaikan SPP itu, sehingga masyarakat juga dapat mengetahui yang sebenarnya.(BN-08)
