Dishub Kota Kurang Duit,Tilang Masyarakat Saat Event Maluku Fair

fair%2Boke
Penertiban Oleh Dishub Kota Ambon Saat Event Maluku Fair 2015

Ambon, Bedah Nusantara.com: Aksi penilangan dan penertiban yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon saat Event Maluku Fair 2015 menimbulkan Kecaman dari berbagai pihak.

Doddy Rethob Cs,dinilai telah melakukan tindakan semena-mena dan tak berdasar hanya karena kami memarkirkan kendaraan demi mengikuti dan menyaksikan Event luar biasa Maluku Fair.

Brdasarkan hasil pantauan media ini,sebagian besar masyarakat mengeluhkan tindakan dari Dinas Perhubungan Kota Ambon, yang digawangi Oleh Doddy Rethob Cs.Bagaimana tidak saat sejumlah ruas jalan dikota Ambon ditutup demi mensukseskan Event Maluku Fair yang berlangsung sejak tanggal 05 sampai dengan 07 September 2015 ini, ada aksi penertiban yang dilakukan oleh Dishub Kota Ambon, kepada kendaraan milik para pengunjung yang mengunjungi Event Maluku Fair yang berlokasi di Lapangan Merdeka Ambon.

” Dinas Perhubungan Kota Ambon ini kayaknya dong sudah gila atau dong kurang kepeng kapa? sampe katong kendaraan mesti dapa tilang hanya karna memarkirkan kendaraan for lia Event Maluku Fair, donk maunya apa sebenarnya, kenapa penertibannya dilokasi yang tebang pilih, ada lokasi yang tidak boleh parkir dong seng tilang, nanti katong parkir ditempat yang bisa dan dalam suasana keramaian karna ada Event besar, ehh,, katong malah dapa tilang, ini kan aneh”. ungkap seorang pengendara yang kendaraannya terkena razia, yang tak ingin namanya dipublikasikan

Masyarakat mempertanyakan aksi penertiban yang dilakukan tersebut, sebab aksi penertiban tersebut dinilai sama sekali tidak berdasar, ditengah Event yang sementara digagas oleh pemerintah daerah,mengapa masih ada aksi penertiban oleh Dishub Kota Ambon yang asalan ini.

” dong sebenarnya mau apa, mengapa pemda sedang bikin kegiatan malah ada penertiban yang model bagini, kalo bagini tar usah ada kegiatan biar katong z usah datang lalu akhirnya katong musti dapat tilang oleh Dinas Perhubungan”.ujar seorang warga yang kesal karena penertiban tersebut.

Kami mengharapkan Walikota Ambon dapat melihat akan hal ini dan kemudian menindak lanjuti, “kalau bisa pecat saja, jangan sampai donk seng ada uang lalu donk cari uang makan lewat cara seng batul”. Tegas salah warga kota yang kesal.(BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan