DUKUNG KAJATI ADILI KORUPTOR DI SBB

kejati%2Bditantang
Ilustrasi Korupsi Berjamaah Keluarga Putilehalat

SBB, Bedah Nusantara.com: Korupsi adalah suatu tingkah laku yang meyimpang dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam negara, dimana untuk memperoleh keuntungan status atau uang yang menyangkut diri pribadi (perorangan, keluarga dekat, kelompok sendiri), atau melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laku pribadi.

Maraknya praktek indikasi korupsi di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang diduga melibatkan Bupati serta adik dan kaka kandungnya yang saat ini menjabat sebagai PLT Kepala Dinas dilingkup pemkab SBB harus diusut tuntas sebab situasi ini sangat melemahkan proses tata kelola pemerintahan dan pembangunan dikabupaten hasil pemekaran tahun 2004 itu.

Hal ini dijelaskan oleh Ferry kasale Tokoh Muda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kepada Media ini beberapa waktu kemarin.

Menurutnya,sejumlah kasus yang melibatkan keluarga Bupati SBB Yakobis F. Putileiihalat antara lain, dana bantuan social (Bansos) Tahun 2011 sebesar 11,6 Miliar kasus ini diduga kuat melibatkan sang penguasa SBB dua periode ini dan kini kasusnya sementara ditangani pihak Kejaksaan Tinggi Maluku.

Kasus yang lain yang juga sementara dilakukan pengusutan oleh korps adhyaksa yakni Dana Program Sosialisasi Kurikulum 2013 (K-13) yang dibiayai oleh APBN tahun 2012 – 2013 sebesar Rp. 6 Miliar yang diduga kuat melibatkan adik kandung Bupati SBB yang saat ini menjabat Kadis Dikpora SBB.Tetapi juga kasus ini dicurigai ada korelasinya dengan Pak Bupati dalam kaitaan Pilgub 2013 lalu.

Selain itu,ada juga kasus Biaya Tak Terduga (BTT) yang didanai APBD Kabupaten SBB tahun 2013 sebesar Rp. 2 Miliar. Kasus ini berawal dari temuan BPK RI Perwakilan Maluku terungkap dana Rp. 1 Miliar tidak mampuh dipertangungjawabkan.

Disamping itu ada juga kasus dugaan korupsi proyek Gapura Abunawas di Kota Piru senilai Rp. 5,6 Miliar yang diduga kuat ada terjadi markup sehingga terindikasi Negara mengalami kerugian (korupsi).

Ditambahkannya, sejumlah kasus-kasus besar ini umumnya terjadi pada SKPD yang dipimpin keluarga kandung Bupati Seram Bagian Barat. Dan bahkan dalam penanganannya jelas mengarah pada indikasi yang kuat keterlibatan mereka.

Baik Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Pendidikan Siane Puttileihalat alias (Nane) maupun Pleksana Tugas (PLT) Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten SBB Samuel Paulus Puttileihalat alias (Reymond).

Kasale Mengungkapkan, kami sangat mengapresiasikan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Chuk Suryosumpeno untuk membongkar kasus-kasus ini. Sebab faktanya mandek pembangunan yang terjadi di Kabupaten itu akibat prilaku KKN yang berdampak pada semakin merajalelanya berbagai kegiatan korupsi oleh kelompok yang saat ini berkuasa.

“Untuk menyelamatkan keuangan Negara maka para pelaku korupsi harus dihukum setimpal.Saya kira hukum tetap menjadi panglima sehingga pemberantasan kasus tindak pidana korupsi harus dilakukan secara tegas sehingga para koruptor dapat dijatuhi hukuman yang setimpal”.

Kasale Menegaskan,Kami siap mengawal Kejati Maluku untuk mengusut tuntas segalah kejahatan korupsi didaerah kami koruptor – koruptor yang selama ini makan uang rakyat harus segera ditangkap dan diadili.

“Sebab oleh karena ulah mereka daerah kami tidak berkembang justru terburuk dari berbagai aspek. Koruptor harus dibasmi dari Bumi Saka Mese Nusa”.Tandasnya (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan