Keluarga Berencana Adalah Program Keluarga Bahagia

KB
Keluarga Berencana

Ambon, Bedah Nusantara.com: Rapat Teknis Program Kependudukan Dan  Keluarga Berencana Kota Ambon Tahun 2015 sangat penting dan strategis sebagai bagian dari siklus perencanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana sekaligus peletakan dasar arah kebijakan dan startegi pelaksanaan kegiatan tahun 2015.

“Penduduk sebagai dasar dan sasaran pembangunan adalah komponen terpenting yang perlu di kelola secara baik dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Jumlah penduduk yang besar namun berkualitas rendah disertai dengan pertumbuhan yang cepat dipastikan akan memperlambat tercapainya tujuan pembangunan yang diharapkan.

Pembangunan kependudukan di ambon sebagaimana di wilayah lainnya tidak terlepas dari masalah kemiskinan yang sampai saat ini masih terus diupayakan penanggulangannya dengan berbagai program yang pro rakyat.

Setiap tahun kita telah berupaya menurunkan jumlah penduduk miskin secara bertahap namun diharapkan penurunan ini lebih dipercepat lagi mengingat penduduk miskin kota ambon,” jelas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy Rabu (3/6) di Aula Lantai 2 Balai Kota Ambon.

Dikatakan, upaya menurunkan penduduk miskin akan terus menerus dilaksanakan oleh pemkot dengan meningtegrasikan program KB dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk ke dalam program pembangunan lainnya dengan upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui bantuan sosial langsung ke masyarakat, pemberdayaan masyarakat melalui PNPM , usaha kredit rakyat, program air bersih, perumahan rakyat, listrik dan lainnya.

“Secara garis besar pembangunan kependudukan meliputi lima aspek yakni kuantitas penduduk meliputi struktur dan komposisi penduduk, laju pertumbuhan penduduk, serta persebaran penduduk).Kualitas penduduk meliputi status kesehatan dan angka kematian, tingkat pendidikan dan angka kemiskinan. Mobilitas penduduk yang berhubungan dengan migrasi yang mempengaruhi penyebaran penduduk antar wilayah. Informasi penduduk. Penyerasian kebijakan kependudukan,” ungakapnya.

Menurutnya, penanganan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga diperlukan strategi yang berskala lokal dengan berpedoman pada strategi dan kebijakan nasoional.

“Kita bersyukur kalau Ambon menurut hasil pendataan keluarga tahun 2014 usia kawin pertama berada diatas 30 tahu. Hal ini memberikan kontribusi yang positif untuk terselenggaranya program KB di ambon yang lebih baik. Dengan membentuk keluarga yang bari di usia wanita diatas 20 dan pria diatas 25 tahun,” katanya.

Dijelaskan, selama ini ada beberapa permasalahan yang ditemukan sehingga perlu adanya program KB secara nasional karena tingginya dan bervariasi angka kelahiram, rendahnya pembangunan, rendahnya partisipasi keluarga dalam pengurusan dan pembinaan tumbuh kembang anak dan remaja belum optimalnya pemanfaatan kelompok kegiatan untuk peningkatan pembinaan dan kamandirian KB.

“Program KB yang baik harus gencar dilakukan sosialisasi secara signifikan kepada masyarakt termasuk generasi muda dan lingkunga pekerjaan terutama daerah padat penduduk untuk memenuhi tujuan program pembangunan manusia indonesia sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan dan merupakan investasi yang akan berdampak pada perbaikan dan ondeks pembangunan manusia di ambon,” ulasnya.

Diakuinya, ada sebagian kalangan tertentu yang masih mengartikan bahwa program KB adalah kegiatan untuk membatasi keluarga sehingga terjadi kekurangan pemahaman masyarakat tentang tujuan pembanguan keluarga berencana.

Untuk itu pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga melalui gerakan kemandirian.

“Saya berharap kita semua dapat mensinkronkan kebijakan dan strategi program kependudukan dan KB dengan program penanggulangan kemiskinan mengingat fokus dari program kependidikan KB adalah bagaimana menyerasikan kebijakan pengaturan dan pengendalian penduduk dengan progran pembangunan lainnya melalui pemberdayaan keluarga miskin agar dapat memperoleh prioritas untuk mengakses pelaksanaan kontrasepsi dan membangun kapasitas pelayaanan KB serta peningkatan pendapatan keluarga,” tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Maluku ini berpesan, tujuan utama program kependudukan KB bukan semata untuk membatasi jumlah kelahiran tetapi untuk mengatur dan merencanakan kelahiran dengan baik.

Dengan mengatur dan merencanakan kelahiran akan memperoleh  anak yang sehat cerdas selain itu teta sehat dan pada gilirannya akan berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan kebahagiaan keluarga.

“Program Generasi Berencana (Genre) yang telah dilakukan oleh BKKBD sangat bermanfat bagi pembangunan kesejahteraan rakyakt dan perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus terutama pada generasi  muda kita kedepan agar dapat menyiapkan masa depan keluarganya dengan baik ,” tutupnya. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan