July 2023,NTP Alami Penurunan 0,41 Persen

Ambon,Bedahnusantara.com – Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 42 kecamatan di Provinsi Maluku pada Juli 2023, diketahui bahwa NTP Provinsi Maluku secara rata-rata mengalami penurunan sebesar
0,41 persen dibanding Juni 2023, atau turun dari 104,75 pada Juni 2023 menjadi 104,33 pada Juli
2023.

Hal itu sampaikan Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia kepada awak media,Selasa ( 01/08/23 ).

WhatsApp Image 2023 08 01 at 07.46.46

Penurunan NTP disebabkan oleh indeks harga hasil produksi pertanian (It) yang tercatat
menurun sebesar 0,62 persen dan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,22
persen.
Penurunan NTP pada Juli 2023 disumbangkan oleh menurunnya NTP pada dua subsektor, yaitu
subsektor tanaman perkebunan rakyat (-1,28 persen) dan subsektor perikanan (-1,01 persen).
Sedangkan 3 subsektor lainnya mengalami peningkatan NTP yaitu subsektor tanaman pangan
(0,65 persen), subsektor hortikultura (0,87 persen) dan subsektor peternakan (0,81 persen).

 

Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga
komoditas pertanian yang dihasilkan oleh petani. Data dalam Tabel 1 menunjukkan bahwa indeks
harga yang diterima oleh petani (It) Provinsi Maluku pada Juli 2023 sebesar 122,27 atau turun
sebesar 0,62 persen dibanding It Juni 2023 yang tercatat sebesar 123,03.

Jika dilihat per subsektor, dua subsektor mengalami penurunan It. Sementara tiga subsektor
lainnya mengalami peningkatan. Penurunan It tertinggi disumbangkan oleh subsektor tanaman
perkebunan rakyat yaitu sebesar 1,54 persen.

Melalui Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan
jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian
terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan
untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Juli 2023, Ib Provinsi Maluku tercatat sebesar 117,19 atau mengalami penurunan sebesar
0,22 persen dibandingkan Juni 2023 yang besarnya 117,45. Jika dilihat per subsektor, seluruh
subsektor mengalami penurunan Ib. Penurunan Ib tertinggi disumbangkan oleh subsektor
tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,27 persen ( BN – 03 )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan