Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Maluku. Hal ini disampaikannya saat menghadiri seminar sekaligus penandatanganan komitmen bersama di Markas Kepolisian Daerah Maluku, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, lembaga adat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Lewerissa menilai bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara terpadu. Menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan satu institusi, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga adat, dan tokoh agama.
Ia menjelaskan, masyarakat Maluku memiliki kekuatan sosial yang besar melalui nilai-nilai adat dan keagamaan. Nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain upaya pencegahan, Lewerissa juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan bagi korban kekerasan. Ia menekankan bahwa korban harus mendapatkan penanganan medis secara cepat dan profesional, termasuk dalam proses visum yang menjadi bagian penting dalam pembuktian hukum.
Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan korban tidak menghadapi proses hukum sendirian. Dukungan melalui layanan kesehatan, pendampingan, serta penanganan yang manusiawi harus menjadi bagian dari sistem perlindungan yang komprehensif.
Lewerissa berharap komitmen yang telah disepakati dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Semua elemen masyarakat harus terlibat agar tercipta lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan,” ujarnya.(BN Grace)





