BPBD Ambon dan Jemaat Passo Anugerah Perkuat Kapasitas Relawan Hadapi Bencana

IMG 20260308 WA0003

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya melalui kolaborasi pentahelix antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon bersama Tim Penanggulangan Bencana Jemaat dan Relawan Bencana Jemaat Passo Anugerah.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Jemaat Passo Anugerah ini diisi dengan sosialisasi serta penguatan kapasitas penanggulangan bencana bagi tim dan relawan jemaat. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah sekitar, sekaligus langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak dini oleh masyarakat.

Selain menerima materi sosialisasi, para peserta juga dilibatkan secara aktif dalam proses identifikasi potensi bencana yang mungkin terjadi di lingkungan jemaat. Identifikasi ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih rinci jenis-jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi, sehingga masyarakat dapat lebih siap dalam melakukan langkah pencegahan maupun penanganan awal ketika terjadi situasi darurat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, BPBD Kota Ambon juga menyerahkan bantuan berupa buku saku kebencanaan kepada Tim Penanggulangan Bencana dan relawan jemaat. Buku saku tersebut diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memahami langkah-langkah penyelamatan diri, penanganan awal bencana, serta prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat.

Tidak hanya itu, dukungan juga datang dari Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Passo Anugerah yang menyerahkan sejumlah peralatan operasional bagi para relawan bencana. Bantuan peralatan tersebut berupa gerobak dan sekop yang nantinya akan digunakan oleh relawan dalam berbagai kegiatan penanggulangan bencana, termasuk pembersihan material pascabencana maupun kegiatan mitigasi di lingkungan jemaat.

Kepala BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat melalui kolaborasi berbagai unsur, termasuk lembaga keagamaan dan relawan di tingkat jemaat.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan kapasitas ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang potensi bencana di lingkungannya, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana,” ujar Tatipikalawan saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dan relawan di tingkat komunitas menjadi salah satu faktor penting dalam upaya penanggulangan bencana, terutama dalam tahap mitigasi dan penanganan awal saat terjadi bencana.

Selain meningkatkan kapasitas relawan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mengumpulkan dan mempersiapkan data terkait potensi bencana di wilayah jemaat. Data yang diperoleh dari proses identifikasi tersebut nantinya akan digunakan dalam penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Jemaat serta pembuatan peta rawan bencana di wilayah Jemaat Passo Anugerah.

Dokumen RPB dan peta rawan bencana ini diharapkan dapat menjadi acuan penting bagi jemaat maupun masyarakat sekitar dalam merencanakan langkah-langkah mitigasi serta penanganan bencana secara lebih terstruktur dan terarah.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah melalui BPBD Kota Ambon, lembaga keagamaan, serta masyarakat dan relawan, upaya pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Melalui sinergi ini pula, masyarakat diharapkan dapat hidup dan beraktivitas dengan lebih aman serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa mendatang. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan