Ambon, Bedahnusantara.com: Aksi pengibaran bedera Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan (FKM-RMS) oleh Minggus Saiya, pada 25 April 2020 lalu kini memasuki babak baru.
![]() |
| Hari Ini Saniri Latuhalat Laksanakan Rapat Penentuan Proses Eksekusi Saiya |
Setelah sebelumnya telah disepakati dalam rapat besar Badan Saniri Lengkap Negeri Latuhalat, terkait sanksi pengusiran yang bersangkutan (Minggus Saiya,Red) dari Negeri Latuhalat. Maka hari ini, pihak Saniri Negeri Latuhalat akan kembali menggelar rapat besar Badan Saniri Lengkap Negeri Seilale, dengan melibatkan pihak Keagamaan,pihak Polsek Latuhalat, serta elemen masyarakat yang ada.
” kami hari ini akan melakukan rapat besar lagi guna menetapkan langkah kongkrit mengenai sanksi pengusiran atau mengeluarkan Minggus Saiya dan Keluarganya dari Negeri adat Latuhalat, sebab tindakan yang bersangkutan (Saiya,Red) bersama diduga Istri dan anaknya, yang mana mereka melakukan aksi upacara bendera pada tanggal 25 April 2020 lalu,dalam rangka memperingati hari Lahirnya Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan (FKM-RMS) dan diduga direkam oleh sang anak dari pelaku,”. Demikian diangkapakan oleh Ketua Saniri Lengkap Negeri Latuhalat Anthon Lekatompessy kepada Media ini Via telephone.
Menurutnya, langkah ini kami ambil sebagai bentuk tindakan nayata dan sanksi tegas kepada yang bersangkutan (Minggus Saiya,Cs), sebab apa yang dilakukannya pada saat 25 April 2020 kemarin dirumahnya itu. sungguh sangat berdampak buruk bagi nama baik Negeri adat Latuhalat, serta juga berdampak jangka panjang bagi generasi kami dimasa depan.
” kami tidak ingin anak-anak kami menjadi korban dari apa yang dilakukan oleh Minggus Saiya dan keluarganya ini, sebab kami tidak mau kedepannya pada saat anak-anak kami ingin mencari masa depan mereka, mereka malah dipersulit dan dibatasi bahkan dilarang, hanya karena daerah kami Latuhalat dianggap menjadi bagian dari Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan (FKM-RMS). sebagai akibat dari tindakan tidak bertanggung jawab dan tindakan MAKAR yang dilakukan oleh Minggus Saiya dan Keluarganya,” Ungkap Lekatompessy.
Olehnya,besok (hari ini), kami akan kembali melakukan rapat untuk mengambil langlah konkrit terhadap yang bersangkutan (Minggus Saiya) dan keluarganya,dan langkah ini kami ambil sebagai bentuk sikap untuk menghindari adanya tindakan anarkis dari masyarakat Negeri Latuhalat yang sudah sangat marah dan resah bahkan merasa ternodai nama baik Negerinya, sebagai akibat dari tindakan MAKAR Minggus Saiya ini.
” kami harus mengambil langkah, sebab kami tidak mau masyarakat dan Negeri Latuhalat dirugikan, atau bahkan ada tindakan nekat dari masyarakat yang merasa dirugikan dan ternodai nama baik Negerinya akibat tindak dari pada Minggus Saiya dan Keluarganya,” Tandasnya. (BN-06)






