Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa Karang Taruna harus ditempatkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah, bukan sekadar pelengkap dalam proses pembangunan. Penegasan tersebut tertuang dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Asisten II Setda Provinsi Maluku, Kasrul Selang, pada kegiatan Temu Karya Karang Taruna Provinsi Maluku yang berlangsung di Santika Hotel Ambon, Sabtu (21/2/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Karang Taruna bukan hanya organisasi sosial kepemudaan, melainkan aktor utama dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi di Maluku. Menurutnya, peran pemuda sangat menentukan arah pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan global, ketimpangan ekonomi, hingga dinamika perubahan iklim.
“Karang Taruna harus dipandang sebagai aset daerah dan mitra strategis pemerintah. Bukan hanya pelengkap pembangunan, tetapi pelaku utama perubahan,” demikian disampaikan dalam sambutan tertulis Gubernur.
Pemerintah Provinsi Maluku saat ini tengah menjalankan agenda besar transformasi pembangunan menuju Maluku yang adil dan sejahtera, sebagai bagian dari komitmen menyongsong Indonesia Emas 2045. Agenda tersebut mencakup penguatan kemandirian ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan daerah yang berdaya saing dan bermartabat di tingkat nasional.
Gubernur menekankan bahwa agenda besar tersebut tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif generasi muda. Karang Taruna diharapkan hadir hingga ke negeri-negeri, desa-desa, wilayah pesisir, pulau-pulau, kawasan pegunungan, hingga perkotaan sebagai motor penggerak pembangunan berbasis komunitas.
Dalam arahannya, terdapat tiga penegasan utama bagi Karang Taruna Maluku.
Pertama, Karang Taruna didorong menjadi kekuatan sosial dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim, Maluku harus mampu memperkuat produksi dan distribusi pangan berbasis potensi lokal. Daerah ini memiliki sumber daya besar seperti sagu, pala, kelapa, perikanan, dan hasil pertanian lainnya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Karang Taruna diminta menjadi pelopor gerakan produksi pangan lokal, pengolahan hasil, serta distribusi berbasis komunitas. Langkah ini dinilai bukan sekadar program ekonomi, tetapi strategi kedaulatan daerah yang akan memperkuat daya tahan masyarakat.
Kedua, Karang Taruna harus menjadi pusat lahirnya wirausaha muda Maluku. Gubernur menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Pertumbuhan ekonomi rakyat harus dibangun dari bawah, melalui kreativitas dan keberanian generasi muda memasuki sektor usaha. Mulai dari usaha pangan, industri kreatif, pariwisata digital, perdagangan antar pulau, hingga usaha berbasis potensi desa.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi, pelatihan, dan kemitraan agar Karang Taruna tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga kuat secara ekonomi dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Ketiga, kemajuan pembangunan harus tetap berpijak pada identitas dan kearifan lokal. Maluku memiliki nilai luhur seperti Pela Gandong, semangat hidup orang basudara, serta tradisi gotong royong yang menjadi modal sosial yang kuat. Nilai-nilai tersebut harus dijaga dan diangkat sebagai kekuatan pembangunan sekaligus daya tarik ekonomi dan pariwisata daerah.
“Masa depan Maluku tidak hanya dibangun di kantor-kantor pemerintah, tetapi juga di kampung-kampung, di komunitas pemuda, di ruang-ruang kreativitas, dan di gerakan sosial seperti Karang Taruna,” demikian pesan Gubernur dalam sambutan tersebut.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap Temu Karya Karang Taruna Provinsi Maluku menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penyatuan visi. Siapa pun yang terpilih memimpin Karang Taruna Maluku diharapkan mampu membuka diri, membangun kolaborasi luas, serta siap bermitra dengan berbagai pihak demi kemajuan daerah.
Pemerintah Provinsi Maluku, tegasnya, membuka pintu selebar-lebarnya bagi Karang Taruna untuk terlibat aktif dalam pembangunan. Harapannya, lahir generasi muda Maluku yang mandiri secara ekonomi, kuat secara sosial, dan teguh menjaga jati diri budaya.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Provinsi optimistis Karang Taruna Maluku akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera, berdaulat pangan, serta berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal. (BN Grace)





