![]() |
| Gubernur Maluku Dan Penanaman Padi Oleh Presiden di Buru |
Ambon, Bedah Nusanatara.com: Pernyataan Gubernur Maluku Ir. Saut Assagaff, pada salah satu media masa bahwa aktifitas pertambangan digunung botak akan mengancam perkembangan pertumbuhan tanaman padi yang baru saja di resmikan penanamannya oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, hanyalah sebuah kamuflase
Hal itu diungkapkan oleh tokoh pemuda Buru sebut saja Niko. kepada Bedah Nusantara.com pada Sabtu (9/5) di Ambon.
Menurut Niko, apa yang diungkapkan oleh Gubernur Maluku tersebut, hanya untuk menutupi kenyataan yang ada bahwa tanah dan air didaerah waiapo (Tempat penanaman padi Oleh presiden) dan daerah di sekitar gunung botak sudah tercemari oleh bahan kimia katogori logam berat berupa merkuri dan sianida.
Olehnya lanjut Niko, ” Gubernur Maluku seharusnya mengakui secara jujur, bahwa tidak akan ada lagi manfaat yang dapat dinikmati lewan program penanaman padi oleh presiden dalam rangka mensukseskan swasembada pangan, sehingga apa yang dilakukan oleh pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Kabupaten Buru hanyalah sebuah pencitraan tanpa ada dasar manfaat”.
Niko menambahkan, berdasarkan konteks proses penambangan yang dilakukan di pulau buru dalam hal ini digunung botak, mekanisme yang dipakai adalah sistem penambangan rakayat yang secara sistem dan aturan pertambangan, hal itu sama sekali tidak sesuai dan memberikan damapak buruk kepada lingkungan.
Hal ini pun telah dibuktikan lewat data Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan (Bapedalda) Provinsi Maluku, yang mana Bapedalda menerangkan bahwa kondisi air dan tanah di daerah pulau buru telah kritis dan berada pada ambang batas tingkat pencemaran oleh logam berat merkuri dan sianida.
” masyarakat yang ada disana menambang secara manual, tidak ada bak penampungan limbah dan pengolahan limbah hasil tambang, ini kan membahayakan dan mencemari lingkungan,”.terangnya
lebih jauh diungkapkannya, “Selain itu segala hasil limbah pembuangan dibuang dan dialirikan ke sungai yang mengalir disekitar wilayah gunung botak, padahal sungai-sungai inilah yang selama ini dimanfaatkan airnya oleh masyarakkat dalam berbagai hal termasuk dalam hal irigasi”.
Sehingga sungguh sangat disayangkan masyarakat kabupaten buru, ditipu bahakan presiden kita ditipu oleh sebuah program yang nantinya tidak akan membawa dampak apapun bagi kesejahteraan masyarakat, yang akhirnya dana dari program ini akan masuk kekantong-kantong pejabat semata.
” kalau padi sudah tercemar merkuri dan sianida, siapa yang mau mengkonsumsinya, apakah ini bukan namanya penipuan dengan dasar pensuksesan program pemerintah”. tegas Niko (BN-08)






