Elly Toisutta Buka Musda II Kosgoro 1957 Maluku

F839E949 14F8 4C18 8E0F 81C57CF8DD72

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Maluku, Elly Toisutta, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis Kosgoro 1957 di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Toisutta menegaskan bahwa Kosgoro 1957 merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan pendiri Partai Golkar yang memiliki sejarah panjang serta kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak awal berdiri, Kosgoro telah mengambil peran sebagai wadah kaderisasi yang tidak hanya membentuk kapasitas kepemimpinan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada rakyat, semangat gotong royong, serta komitmen terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Menurutnya, Kosgoro 1957 tidak sekadar hadir sebagai organisasi formal, melainkan sebagai ruang penggemblengan kader bangsa yang memiliki integritas, disiplin, serta tanggung jawab kebangsaan yang tinggi. Dalam berbagai fase perjalanan bangsa, Kosgoro terus menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan sosial yang konsisten memperjuangkan ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Lebih lanjut, Toisutta menyoroti tantangan global yang saat ini dihadapi, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga disrupsi teknologi yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dalam situasi tersebut, ia menilai organisasi kemasyarakatan seperti Kosgoro 1957 dituntut untuk semakin adaptif, responsif, dan inovatif tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasar organisasi.

“Perubahan yang terjadi di bidang ekonomi, politik, sosial, dan teknologi harus kita sikapi dengan bijak. Kita tidak boleh tertinggal, tetapi juga tidak boleh kehilangan arah. Kosgoro harus tetap berpijak pada nilai-nilai pengabdian dan ekonomi kerakyatan sebagai landasan utama perjuangan,” tegasnya.

Tema yang diangkat dalam Musda II, yakni “Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global”, disebutnya sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menegaskan bahwa stabilitas merupakan fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Provinsi Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan tersendiri.

Dalam konteks tersebut, Kosgoro 1957 diharapkan mampu mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Selain itu, organisasi ini juga didorong untuk aktif memperkuat ketahanan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, serta mendorong percepatan pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

Toisutta juga menekankan bahwa sebagai organisasi pendiri Golkar, Kosgoro 1957 memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus menjaga marwah organisasi. Nilai-nilai solidaritas, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus terus menjadi napas dalam setiap gerak langkah organisasi.

Ia menilai Musda II ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi selama ini. Dari forum tersebut diharapkan lahir pemikiran-pemikiran konstruktif, gagasan inovatif, serta arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat ke depan.

“Musda ini harus melahirkan kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan visioner. Selain itu, program kerja yang dihasilkan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Toisutta juga mengajak seluruh kader Kosgoro 1957 di Maluku untuk terus menjaga soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkuat peran di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi, baik di internal organisasi maupun dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menutup sambutannya, Toisutta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan Musda II. Ia juga mengapresiasi kehadiran jajaran Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pengabdian, Musda II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi dalam menjawab tantangan zaman sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan