BPBD Ambon Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Perubahan Cuaca

IMG 20260220 WA0015 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Meski intensitas hujan di Kota Ambon diperkirakan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap meningkatkan langkah antisipasi dan mitigasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, saat diwawancarai melalui WhatsApp, Sabtu (13/6/2026), mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Menurut Tatipikalawan, BPBD telah melakukan kunjungan kerja ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkait perkembangan cuaca tahunan. Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh penjelasan bahwa kondisi cuaca tahun 2026 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya puncak musim hujan terjadi pada bulan Juni, namun tahun ini tidak demikian. Hal ini dipengaruhi oleh Indeks Ekso El Nino yang per 1 Juni berada pada level moderat dengan angka sekitar 1,4. Kondisi ini menyebabkan pengaruh musim hujan berkurang sehingga curah hujan cenderung ringan dan durasinya tidak terlalu panjang,” jelas Tatipikalawan.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim panas diperkirakan akan terjadi pada bulan September mendatang. Meski demikian, BPBD tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kota Ambon terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga jemaat. Selain itu, BPBD juga menyiapkan logistik dan sarana pendukung untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana.

“Kami juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia BPBD agar mampu menyelenggarakan penanggulangan bencana yang baik bagi masyarakat. Selain itu, kami sedang membentuk kelompok tangguh bencana di wilayah-wilayah rawan, diawali dari jemaat-jemaat di wilayah Klasis Ambon Timur,” katanya.

Terkait wilayah rawan bencana, Tatipikalawan menjelaskan bahwa saat ini ancaman yang lebih dominan adalah dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang di lingkungan permukiman warga.

Karena itu, BPBD mengedepankan langkah mitigasi non-struktural melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar memangkas pohon-pohon yang berpotensi membahayakan serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.

Sementara untuk mitigasi struktural, masyarakat diarahkan melakukan penguatan terhadap tebing-tebing yang mulai retak dengan perawatan sederhana seperti penambalan menggunakan semen, memperkuat tanah yang berongga, memasang talang air, serta membuat sistem pembuangan air yang terhubung langsung ke saluran drainase.

Dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat saat terjadi bencana, BPBD Kota Ambon terus membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Bahkan dalam waktu dekat BPBD berencana menggelar Dialog Pra Bencana bersama instansi terkait, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan yayasan peduli lingkungan guna memperoleh dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam pengurangan risiko bencana.

“Kolaborasi menjadi sangat penting. Saat ini kami juga bekerja sama dengan Klasis Ambon Timur untuk melaksanakan sosialisasi kebencanaan, pengurangan risiko bencana, serta pembentukan tim penanggulangan bencana di tingkat jemaat,” ujarnya.

Tatipikalawan mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko bencana. Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan resapan air, menghindari pembangunan rumah di lereng curam maupun bantaran sungai, serta tidak melakukan alih fungsi lahan secara sembarangan.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memangkas pohon yang berpotensi patah atau tumbang, menjaga kebersihan saluran drainase dari sampah dan material lainnya, serta aktif mengikuti sosialisasi kebencanaan yang dilakukan BPBD maupun instansi terkait.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari BPBD dan BMKG sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan pengaduan BPBD Kota Ambon di nomor 081248614038,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan