![]() |
| Kepala Kantor OJK. Laksono Dwionggo |
Ambon,Bedah Nusantara.com: Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Maluku Laksono Dwionggo, mengakui sampai triwulan II tahun 2014 pengaduan yang masuk ke OJK lebih banyak pada pengaduan nasabah.
“Pengaduan nasabah yang masuk sebanyak 35 pengaduan, atau 1 pengaduan setiap Minggunya. Pengaduan nasabah tersebut, mayoritas didominasi oleh pengaduan perbankan,” ujar Dwionggo, kepada wartawan usai mengikuti peresmian operasional gedung kantor OJK Provinsi Maluku, Senin (23/3).
Dijelaskan, pengaduan nasabah difaktorkan karena nasabah tidak melihat secara jelih isi yang ada dalam proses pinjaman.
“Olehnya itu, sebelum mendatangi sesuatu harus dibaca, jangan uanganya saja yang dilihat, namun dokumennya yang juga harus dilihat,” ucapnya.
Ditanya mengenai jumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang ada di Maluku, kata Laksono, LJK di Maluku sebanyak 19 bank umum dan 2 Bank Perkreditan Rakyat (BPR)dengan jumlah jaringan kator mencapai 170 kantor.
Jumlah lembaga jasa keuangan non-bank di Maluku sebanyak 31 yang terdiri dari perusahaan asurasi, penjaminan, pengadaian, dana pensiun, pembiayaan, BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan, serta modal ventura.
Total jaringan kantor industri jasa keuangan non-bank sebanyak 201 kantor.Dwionggo Akui Laporan Masuk OJK Lebih Banyak Pengaduan Nasabah
Ambon,Bedah Nusantara.com: Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Maluku Laksono Dwionggo, mengakui sampai triwulan II tahun 2014 pengaduan yang masuk ke OJK lebih banyak pada pengaduan nasabah.
“Pengaduan nasabah yang masuk sebanyak 35 pengaduan, atau 1 pengaduan setiap Minggunya. Pengaduan nasabah tersebut, mayoritas didominasi oleh pengaduan perbankan,” ujar Dwionggo, kepada wartawan usai mengikuti peresmian operasional gedung kantor OJK Provinsi Maluku, Senin (23/3).
Dijelaskan, pengaduan nasabah difaktorkan karena nasabah tidak melihat secara jelih isi yang ada dalam proses pinjaman.
“Olehnya itu, sebelum mendatangi sesuatu harus dibaca, jangan uanganya saja yang dilihat, namun dokumennya yang juga harus dilihat,” ucapnya.
Ditanya mengenai jumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang ada di Maluku, kata Laksono, LJK di Maluku sebanyak 19 bank umum dan 2 Bank Perkreditan Rakyat (BPR)dengan jumlah jaringan kator mencapai 170 kantor.
Jumlah lembaga jasa keuangan non-bank di Maluku sebanyak 31 yang terdiri dari perusahaan asurasi, penjaminan, pengadaian, dana pensiun, pembiayaan, BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan, serta modal ventura.
Total jaringan kantor industri jasa keuangan non-bank sebanyak 201 kantor. (BN-03)






