Ambon, Bedahnusantara.com: Ekonomi menjadi salah satu bagian yang terdapak secara signifikan oleh pandemi covid-19 yang melanda Dunia, Indonesia dan tidak terkecuali Kota Ambon.
Tidak hanya Ekonomi, dunia pendidikan pun ikut merasakan hantaman dasyat dari dampak penyebaran virus yang dikenal dengan nama Corona ini.
Segala aspek dalam dunia pendidikan, mejadi lumpuh dan tidak dapat berjalan. Bahkan segala progres pendidikan menjadi kian suram, mana kala dampak dari pandemi Covid-19 ini belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.
Demi menyelamatkan dunia pendidikan, serta menjaga kualitas mutu pendidikan. Pihak pemerintah bahkan kemudian melakukan kebijakan lewat proses pembelajaran secara online atau menggunakan aplikasi zoom.
Namun apek keterbatasan ekonomi menjadi salah satu hal yang membuat banyak pihak dalam hal ini orang tua siswa, mejadi resah dan gelisah mana kala anak-anak mereka dipaksa mengikuti program pembelajaran secara online (Daring) ketika Pandemi Covid-19 melanda.
Menyikapi hal tersebut, pihak Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Hative Besar, yang berlokasi di Kecamatan Teluk Ambon, kemudian mencoba menjalankan program kebijakan untuk menolong anak didik mereka yang secara ekonomi berasal dari keluarga yang kurang (tidak mampu).
” Langkah ini kami ambil, sebagai bagian dari kepedulian kami akan masa depan anak didik kami, dan juga akan kondisi ekonomi orang tua murid yang memang selama ini diketahui berada pada status orang tua tidak mampu,” Ungkap Ester Pattiasina selaku kepala sekolah.
Menurutnya, pihak pemerintah semestinya memberikan perhatian lebih kepada dunia pendidikan, sebab selama ini hanya dunia kesehatan yang seolah menjadi prioritas, akan tetapi dunia pendidikan kurang mendapat perhatian.
” Selama ini dunia pendidikan, saya nilai kurang mendapat perhatian, apalagi di masa pandemi saat ini, para guru sama sekali tidak mendapat dukuangan dan tunjangan ekonomi padahal pada sekolah kami misalnya. terdapat banyak sekali guru-guru honorer yang dengan suka cita memberikan dirinya dan semua yang mereka miliki demi untuk mencerdaskan anak didik mereka, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu,” Terang Pattiasina.
Program pembelajaran secara langsung ini, dilakukan dirumah guru-guru kelas, atau di rumah siswa, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan melaksanakan program 3M (Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).
Lebih jauh dijelaskannya, proram belajar di rumah oleh para guru kami ini. Dilakukan atas dasar rasa cinta akan dunia pendidikan dan masa depan anak didik kami.
Sebab dalam proses kami ini, kami sama sekali tidak menggunakan dana pemerintah, akan tetapi dengan kebijakan sekolah dan ditambah ketulusan para dewan guru.
” saya jujur sangat sedih dan kadang menangis, sebab selain orang tua murid kami banyak yang tidak mampu untuk menyediakan fasilitas pendukung untuk pembelajaran secara online. tetapi banyak juga guru-guru honorer kami yang mesti berkorban demi anak didik kami, walaupun terkadang upah mereka tidak cukup dan jauh dari kata layak. dan tidak jarang berkekurangan juga,” Tegas Pattiasina.
Oleh sebab itu saya berharap dan meminta agar pemerintah daerah dan juga dinas pendidikan Kota Ambon untuk dapat memperhatikan akan hal ini. Tutupnya. (BN-06)






