![]() |
| dr. Dionisius Giri Samudra (Andra) |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Penyakit Campak telah merenggut nyawa salah satu dokter muda yang sementara mengikuti program dokter intenship di RSUD Cendrawasih Dobo.
Dokter muda bernama dr Dionisius Giri Samudra (Andra) dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit campak yang menyerangnya setelah sehari sebelumnya sang dokter baru tiba dari Jakarta setelah mengunjungi orang tuanya. Dokter Andra ini dinyatakan terserang penyakit campak atau morbili dan radang selaput otak oleh dokter yang memeriksanya.
Perjungan pihak kesehatan untuk mengefakuasi sang dokter terhambat karena kondisi alam yang tidak memungkinkan transportasi laut maupun udara melakukan perjalanan membawa sang dokter. Ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Meykal Pontoh kepada wartawan usai mengikuti Perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-51 tahun 2015, Kamis (12/11).
Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Maluku sangat berterima kasih, karena ada rasa simpati dari seluruh Indonesia terhadap dokter-dokter yang bertugas diwilayah-wilayah perbatasan dan sulit untuk dijangkau.
“Jadi, dokter Andra adalah dokter internship yang ditugaskan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, kebetulan Sabtu (7/11) itu dokter muda ini baru pulang dari Jakarta dan Minggu (8/11) masuk rumah sakit karena demam, ketika mau dievakuasi dari Dobo terkendala dengan masalah transportasi hingga meninggal,”ujarnya.
Dijelaskan, semua pihak baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, telah berupaya keras untuk mencari pesawat baik itu milik TNI maupun Perusahaan Swasta, namun terkendala akibat kondisi alam.
“Ini memang duka, tapi ini juga menjadi hal perhatian serius Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kemenkes RI bahwa ini lho satu orang dokter yang meninggal, bayangkan dalam sehari juga ada masyarakat yang meninggal dua sampai tiga orang dengan penyakit yang sama didaerah terpencil karena kesulitan transportasi dan luput dari pemberitaan dan perhatian, tapi karena ini dokter jadi semua beramai-ramai,”tuturnya.
Diungkapkan, jenazah sang dokter akan dibawah dengan transportasi laut menuju Kota Tual dan kemudian akan diterbangkan ke Kota Ambon dan diterima langsung oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta dalam hal ini diserahkan kepada Kementerian Kesehatan RI.
“Rencananya hari ini (kemarin-red) tenaga kesehatan yang ada di Dobo akan mengefakuasi jenaza dengan menggunakan transportasi laut menuju Kota Tual dan saya sendiri akan menjemput jenazah di sana kemudian diterbangkan dengan pesawat ke Jakarta,”bebernya.
Lebih lanjut Pontoh menjelaskan, peristiwa meninggalnya dokter muda ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak terutama masalah kesehatan dan transportasi harus lebih diutamakan dan diperhatikan. Khususnya di Provinsi Maluku, agar Pemerintah Daerah lebih meningkatkan perhatiannya bagi kesejahteraan masyarakat Maluku. (BN-08)





