Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Proses pengantaran makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kudamati kembali menjadi sorotan setelah terjadi keterlambatan distribusi kepada para siswa di sekolah. Keterlambatan tersebut membuat sejumlah siswa harus menunggu cukup lama sejak pagi hari hingga makanan akhirnya diantar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para siswa telah datang ke sekolah sejak pukul 08.00 WIT untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun pengantaran makanan dari pihak SPPG baru dijadwalkan mulai sekitar pukul 11.00 WIT. Kondisi ini membuat para siswa harus menunggu hampir tiga jam untuk mendapatkan makanan yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi tersebut.
Kepala Sekolah SD Negeri 8 Ambon, Jonna Takaria, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2026), membenarkan bahwa pengantaran makanan dari SPPG memang dilakukan pada pukul 11.00 WIT sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Menurut Takaria, para siswa memang sudah berada di sekolah sejak pagi hari untuk mengikuti aktivitas belajar, sehingga waktu pengantaran yang cukup siang membuat anak-anak harus menunggu lebih lama.
“Anak-anak datang ke sekolah sekitar jam delapan pagi seperti biasa untuk mengikuti kegiatan belajar. Sementara jadwal pengantaran makanan dari SPPG memang sekitar jam sebelas siang,” ungkap Takaria.
Ia menjelaskan, pihak sekolah hanya menerima makanan sesuai dengan jadwal distribusi yang ditetapkan oleh pihak penyedia. Meski demikian, sekolah tetap berharap ke depan jadwal pengantaran dapat dievaluasi sehingga makanan dapat diterima lebih cepat oleh para siswa.
Menurutnya, program pemenuhan gizi bagi siswa merupakan program yang sangat baik untuk mendukung kesehatan serta konsentrasi belajar anak-anak di sekolah. Karena itu, pelaksanaannya di lapangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.
Sejumlah pihak juga berharap agar jadwal distribusi makanan dapat disesuaikan dengan aktivitas belajar siswa di sekolah, sehingga anak-anak tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan makanan yang telah diprogramkan oleh pemerintah.
Program pemenuhan gizi melalui SPPG sendiri merupakan salah satu langkah pemerintah dalam memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi selama berada di lingkungan sekolah. Dengan pelaksanaan yang baik dan distribusi yang tepat waktu, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. (BN Grace)





