Disperindag Ambon Sediakan 350 Paket Bapok Murah Jelang Lebaran

IMG 20260316 WA0006 scaled

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyediakan 350 paket bahan pokok murah bagi masyarakat dalam kegiatan pasar murah yang digelar di Pattimura Park, Senin (16/3/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Herman Tetelepta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian pasar murah yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan di lima kecamatan di Kota Ambon.

“Hari ini Disperindag Kota Ambon menyediakan 350 paket bahan pokok murah yang disiapkan oleh pemerintah kota bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Ambon,” kata Tetelepta saat diwawancarai usai kegiatan di Pattimura Park.

Ia menjelaskan, pasar murah ini dilakukan sebagai langkah intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang biasanya mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan, khususnya Idul Fitri.

Menurutnya, meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pokok menjelang lebaran menjadi salah satu faktor yang memicu kenaikan harga di pasaran.

“Oleh karena itu pemerintah kota melalui beberapa OPD, termasuk Disperindag, melakukan intervensi agar harga bahan pokok tetap stabil dan masyarakat masih bisa memperoleh kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap aman dan tidak terjadi kelangkaan.

Terkait ketersediaan minyak tanah, Tetelepta mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan pemantauan bersama Pertamina serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Dari hasil koordinasi tersebut, dipastikan stok minyak tanah di Kota Ambon masih mencukupi hingga setelah perayaan Idul Fitri.

“Pertamina dan Hiswana Migas menjamin ketersediaan minyak tanah tetap aman sampai selesai lebaran. Jika di beberapa titik terjadi kekurangan, maka akan segera dilakukan penambahan pasokan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi yang terjadi di lapangan lebih disebabkan karena meningkatnya pembelian oleh masyarakat yang menyimpan minyak tanah dalam jumlah lebih banyak untuk persiapan lebaran.

“Jadi bukan kelangkaan, tetapi lebih kepada meningkatnya pembelian masyarakat yang membuat di beberapa titik terlihat terjadi kekurangan,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan