Menu MBG dari SPPG Kudamati Dinilai Tidak Variatif, Sekolah Harap Evaluasi Kualitas Gizi

IMG 20260316 WA0013

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Program pembagian makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudamati kepada sejumlah sekolah di Kota Ambon kembali menjadi sorotan. Dalam tiga hari ke depan, paket makanan yang dibagikan kepada siswa berisi beberapa jenis makanan dengan komposisi yang relatif sama, sehingga memunculkan pertanyaan terkait variasi menu dan kualitas pemenuhan gizi bagi anak-anak.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak sekolah, paket makanan yang disalurkan kepada para siswa terdiri dari beberapa item, yakni ikan satu potong, tempe dua potong, tahu satu potong, ayam satu potong, roti meses satu buah, bolu kukus satu buah, apel satu buah, sunkis kecil satu buah serta susu Ultra satu kotak.

Jika dilihat dari komposisi tersebut, menu memang mencakup unsur protein hewani dan nabati, serta tambahan buah dan susu. Namun sejumlah pihak menilai variasi makanan tersebut masih perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa serta benar-benar memenuhi standar gizi yang seimbang.

Kepala SD Negeri 8 Ambon, JONNA TAKARIA, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2026), membenarkan adanya distribusi makanan dari SPPG Kudamati kepada para siswa di sekolahnya dengan komposisi menu seperti yang disampaikan.

Menurutnya, pihak sekolah hanya menerima dan mendistribusikan makanan tersebut kepada siswa sesuai dengan paket yang telah disiapkan oleh pihak penyedia.

“Kami di sekolah hanya menerima dan membagikan kepada anak-anak sesuai dengan yang dikirimkan. Untuk tiga hari ke depan memang menu yang diberikan berupa ikan satu potong, tempe dua potong, tahu satu potong, ayam satu potong, roti meses satu buah, bolu kukus satu buah, apel satu buah, sunkis kecil satu buah dan susu Ultra satu kotak,” ujar Takaria.

Ia menjelaskan, secara umum para siswa tetap menerima makanan tersebut dengan baik, meskipun beberapa di antaranya berharap adanya variasi menu yang lebih beragam agar anak-anak tidak merasa bosan.

Takaria juga menilai program pemenuhan gizi bagi siswa pada dasarnya merupakan langkah positif dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar anak di sekolah. Namun demikian, kualitas dan variasi menu tetap perlu diperhatikan agar manfaat program tersebut benar-benar dirasakan secara optimal.

“Program seperti ini sebenarnya sangat baik untuk membantu anak-anak mendapatkan asupan gizi tambahan di sekolah. Tetapi tentu saja kalau menunya bisa lebih bervariasi, itu akan lebih baik lagi supaya anak-anak juga lebih semangat untuk mengonsumsi makanan yang diberikan,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap adanya evaluasi berkala dari pihak penyelenggara program agar menu yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah.

Menurutnya, keberhasilan program pemenuhan gizi bukan hanya dilihat dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas, kebersihan, serta keseimbangan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

“Harapannya tentu ada evaluasi secara berkala, baik dari segi kualitas makanan, kebersihan, maupun komposisi gizinya. Karena tujuan utamanya adalah untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak,” tambahnya.

Sejumlah orang tua siswa juga berharap agar program pembagian makanan tersebut dapat terus berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat, sehingga makanan yang diberikan tidak hanya sekadar tersedia, tetapi benar-benar memenuhi standar gizi dan aman untuk dikonsumsi.

Dengan adanya perhatian terhadap kualitas menu, program pemenuhan gizi bagi siswa di Kota Ambon diharapkan dapat berjalan lebih baik serta memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan