Ambon, Bedahnusantara.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F. F. Tasso, M.Si, mengapresiasi peran sekolah-sekolah di Kota Ambon yang aktif mendukung pengembangan bakat musik di kalangan pelajar, terutama melalui pembentukan kelompok musik seperti ansambel ukulele.
Hal ini disampaikan Tasso saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Ambon, Senin (10/11/2025). Ia menilai, keterlibatan sekolah merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kecintaan sekaligus kemampuan di bidang musik.
“Ya, sebenarnya sekolah-sekolah sudah punya grup-grup musik, misalnya anak-anak yang bisa bermain ukulele. Itu bentuk dukungan sekolah-sekolah bagi penyiapan generasi untuk dunia musik,” ujar Tasso.
Menurutnya, langkah sekolah dalam membentuk dan membina kelompok musik pelajar adalah upaya positif untuk memperkuat citra Ambon sebagai City of Music. Ia menegaskan bahwa pembinaan talenta musik sejak dini perlu terus dipelihara agar menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda Ambon.
“Diharapkan upaya seperti ini bisa terus dipupuk dan dipelihara oleh dunia pendidikan. Karena musik itu bukan sekadar hiburan, tapi juga wadah untuk membentuk disiplin, kerja sama, dan kreativitas anak-anak kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tasso menjelaskan bahwa meskipun kontribusi terbesar terhadap pembinaan musik datang dari sekolah, dukungan dari berbagai pihak tetap sangat dibutuhkan. “Soal ketam musik itu bukan hanya urusan sekolah. Sekolah memang berperan besar, tapi saya berharap dari sisi lain juga ikut bergerak, misalnya dari sarana prasarana dan dukungan masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga mengakui bahwa sebagian sekolah di Ambon telah memiliki sarana dan prasarana musik, meski belum sepenuhnya memadai. “Sekolah-sekolah sudah punya sarana prasarana, walaupun masih terbatas. Tapi sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada, itu sudah merupakan langkah maju,” katanya.
Tasso menilai bahwa semangat sekolah-sekolah dalam mengembangkan kegiatan musik menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Ambon tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga turut berperan dalam melestarikan budaya dan membentuk karakter siswa.
“Hari ini yang saya lihat, kegiatan musik di sekolah-sekolah cukup aktif. Itu sangat menggembirakan, karena artinya pendidikan kita tidak hanya berorientasi akademik, tapi juga menyiapkan anak-anak yang kreatif, berkarakter, dan cinta budaya,” tandasnya. (BN Grace)





