Dinilai Tak Bermanfaat, Jaringan Proyek Air Bersih Dirusak Warga

Buano
Proyek Air Bersih Buano Yang Bermasalah

SBB, Bedah Nusantara.com: Merasa Tidak bermanfaat kepada masyarakat, maka pipa jaringan air bersih hasil proyek milik Balai Wilayah Sungai Maluku tahun anggaran 2012-2013 dirusak warga Buano Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat asal Buano yang enggan namanya dipublis, kepada media ini beberapa waktu kemarin via telephone.

Dikatakan sumber,program Air bersih di buano sampai saat ini tidak dinikmati masyarakat akibat kesalahan teknis yang sepertinya sengaja dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dan kontrakor Untuk mendapatkan untung Besar dari proyek bernilai Milyaran rupiah ini.

“saya sempat melihat langsung induknya dan apa yang ada dilokasi pusat sumber air, dan banyak hal yang tidak masuk akal terpampang jelas disana”.Jelas Sumber

Menurut sumber, dilokasi pusat sumber air, volume air sangat tersedia disana bahkan bisa memenuhi kebutuhan hampir 2000 KK tapi mengapa tidak ada air di desa kami? inilah yang menjadi pertanyaan dan persoalan kami selaku masyarakat.

Akan tetapi hingga hari ini tidak satupun pihak yang mau memberikan pejelasan serta pertanggungan jawab, baik pihak Balai Wilayah Sungai(BWS) Maluku maupun pihak Kotraktor atas apa yang telah dilakukan melalui proyek bermasalah ini.

Akibat dari itu, lanjutnya, masyarakat mengharapkan air hujan dari tiris rumah yang datang setiap kali bila turun hujan dan bagi masyarakat yang mempunyai kendaraan laut, mereka harus bersusah payah mengambil air minum di seberang Waesala dan Masika jaya.

“sebagai akibat dari tidak terpakainya proyek Milyaran rupiah itu, maka sebagian kran air dan jaringan pipa di bongkar oleh masyarakat sebagai bentuk kekesalan terhadap Pemerintah Provinsi Maluku dan pihak terkait yang terkesan tidak peduli dengan nasib masyarakat Buano”.Paparnya

Seperti diketahui,Proyek air bersih di Desa Buano seperti dilaporkan oleh PT. Kristal Kurnia Jaya kepada BWS bahwa telah selesai dan dinikmati masyarakat tahun 2015. semua itu tidak sesuai dengan harapan dan kenyataan dilapangan.

“saat ini proyek bermasalah ini bahkan di taksirkan merugikan Negara dengan rincian pencairan anggaran tahap pertama pada tahun 2012 sebesar Rp 4 miliar dan tahap kedua tahun 2013 sebesaar Rp 5 miliar, sehingg total anggarannya mencapai 9 Milyar serta diduga ada tambahan anggaran lain pada saat di lapangan”.tambahnya

Masyarakat desa buano sepertinya dipermainkan oleh Balai Wilaya Sungai (BWS) dan PT Kristal Kurnia Jaya jaya dengan program amburadul, yang hanya untuk mencari keuntungan dari proyek ini.

” kami berharap Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini kepada Badan Pengawasan Keuanga dan Pembangunan Provinsi Maluku (BPKP) untuk melakukan pengecekan di BWS dan memanggil Pihak kontraktor untuk mempertanggung jawabkan proyek air bersih desa Buano yang amburadul ini”. tegas sumber (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan