Pengembang Tegaskan Masjid di Kawasan Pasar Apung Batu Merah Bukan Digusur, Akan Dibangun Kembali Lebih Representatif

IMG 0862 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana pembongkaran masjid di lokasi pembangunan Pasar Apung Batu Merah Water Front City akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak pengembang. Isu yang selama ini beredar, bahwa rumah ibadah tersebut akan dibongkar tanpa dibangun kembali, ditegaskan tidak benar. Sebaliknya, masjid yang saat ini berada di kawasan proyek justru akan dibangun ulang dengan desain yang lebih baik, lebih representatif, dan disesuaikan dengan konsep penataan kawasan pasar modern yang tengah dikembangkan di Ambon.

Penegasan tersebut disampaikan pengembang proyek, Alham Valeo, saat diwawancarai wartawan di Kantor Balaikota Ambon, Rabu (13/5/2026). Dalam keterangannya, Alham mengaku pihaknya merasa perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik menyusul munculnya berbagai informasi yang dinilai tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya warga Negeri Batu Merah.

Menurut Alham, sejak awal proses perencanaan proyek, komunikasi dengan masyarakat, tokoh agama, pengurus yayasan masjid, serta elemen organisasi kemasyarakatan terus dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan secara terbuka dan mendapat dukungan bersama.

Ia menjelaskan, pihak pengembang bersama pemerintah negeri dan unsur masyarakat bahkan telah beberapa kali melakukan pertemuan guna membahas secara khusus keberadaan masjid yang berada di area proyek pembangunan pasar tersebut. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak diberikan penjelasan secara rinci bahwa pembongkaran bangunan lama bukan untuk menghilangkan fungsi rumah ibadah, melainkan sebagai bagian dari proses renovasi total dan penataan ulang kawasan.

“Kami selama ini terus berada di tengah masyarakat, berdiskusi bersama perwakilan yayasan masjid, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Tujuannya agar semua pihak mendapatkan informasi yang benar dan tidak lagi terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang. Yang perlu kami tegaskan, masjid itu benar akan dibongkar, tetapi bukan untuk dihilangkan. Masjid itu akan dibangun kembali dengan kondisi yang jauh lebih baik, lebih representatif, dan sesuai dengan konsep kawasan pasar yang sedang dibangun,” tegas Alham.

Dalam kesempatan tersebut, Alham juga mengungkapkan bahwa mitra kerja atau pengembang yang secara resmi ditunjuk oleh Pemerintah Negeri Batu Merah untuk merealisasikan proyek Pasar Apung Batu Merah Water Front City adalah CV. Alice Tomadale. Perusahaan tersebut dipercaya untuk menjalankan seluruh proses pembangunan sebagai bagian dari pengembangan kawasan ekonomi baru di Negeri Batu Merah.

Ia menambahkan, proyek strategis tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan sepenuhnya dikelola melalui skema investasi mandiri oleh pihak pengembang. Hal ini, kata dia, menjadi bentuk komitmen swasta dalam mendukung pembangunan daerah tanpa membebani keuangan pemerintah.

“Proyek ini dikelola dengan investasi mandiri. Jadi tidak menggunakan dana APBD maupun dana pemerintah lainnya. Ini murni investasi yang bertujuan menghadirkan kawasan ekonomi baru yang modern, tertata, dan bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alham menegaskan bahwa dalam konsep pembangunan Pasar Apung Batu Merah Water Front City, keberadaan fasilitas keagamaan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, masjid tetap masuk dalam desain utama kawasan dan bahkan akan dibangun dengan fasilitas yang lebih lengkap, lebih nyaman, dan mampu menampung lebih banyak jamaah, baik dari kalangan pedagang maupun masyarakat umum.

Menurutnya, pasar modern bukan hanya berbicara tentang aktivitas ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat yang beraktivitas di dalamnya. Oleh sebab itu, keberadaan masjid menjadi fasilitas wajib yang harus tersedia di kawasan tersebut.

“Pasar yang akan kami bangun wajib memiliki fasilitas masjid. Jadi tidak mungkin rumah ibadah dihilangkan. Yang ada justru ditata kembali agar lebih baik, lebih nyaman, dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat ke depan. Mungkin lokasinya akan bergeser dari titik sebelumnya, tetapi fungsinya tetap sama, bahkan kualitas bangunannya akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak lagi terpancing oleh berbagai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama informasi yang berkembang tanpa konfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pembangunan.

Melalui pertemuan dan komunikasi yang telah dibangun bersama seluruh unsur masyarakat, Alham memastikan telah tercapai kesepahaman bersama bahwa pembangunan kawasan pasar dan pembangunan kembali masjid merupakan bagian dari satu konsep penataan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas kawasan Negeri Batu Merah.

“Harapan kami setelah penjelasan ini, tidak ada lagi persepsi yang berbeda-beda di masyarakat. Semua sudah dibicarakan bersama, sudah ada kesepakatan bersama, dan masyarakat harus tahu bahwa masjid tetap ada, tetap dibangun, bahkan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jadi tidak perlu lagi ada polemik yang berkembang,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan